Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Oktober 2010

BERKOMUNIKASI BUKAN BERBICARA

MAJALAH MARKETING-Pernahkah Anda membayangkan seperti apa jika ada dua orang yang berbeda karakter dan menerapkan teknik komunikasi yang berbeda, berorasi di depan banyak audiens tentang teman mereka yang sudah meninggal di acara pemakamannya?

Si orang pertama berpidato tentang bagaimana saluran darah di kepala temannya tersebut mulai tersumbat, lalu menyebabkan ini, lalu menyebabkan itu, hingga menyebabkan pecahnya pembuluh darah di kepala temannya. Lalu ia menyambungnya dengan menjelaskan beberapa istilah medis, tips dan saran-saran kesehatan bagi audiens yang hadir di acara pemakaman tersebut. Si orang pertama mengira dengan membagikan ilmunya kepada seluruh audiens yang hadir, ia mungkin bisa menyelamatkan banyak nyawa.

Di lain pihak, si orang kedua menceritakan bagaimana temannya itu hanya berhasil mencetak dua angka dalam suatu pertandingan bola basket yang tak terlupakan sewaktu SMU dulu. “Saya ingat waktu itu kita sering memanggilnya si gagang es krim karena dia begitu kurus. Pada saat detik-detik terakhir pertandingan, sebuah bola umpan tiba-tiba hinggap di tangannya. Tetapi sayang ia lalu tersandung tali sepatunya sendiri dan terjatuh.”

“Walaupun demikian, sebelum terjatuh, ia masih sempat menyelamatkan bola tersebut ke temannya yang akhirnya berhasil mengegolkan bolanya. Sesaat kemudian, kepalanya lalu membentur satu benda keras di lapangan. Sepanjang hidupnya, temanku si gagang es krim memang selalu berbakat dalam menciptakan sesuatu yang dramatis. Perbuatannya selalu melebihi penampilannya. Dia memang pahlawanku.”

Kedua orang tersebut sama-sama membicarakan hal yang sama, yaitu teman mereka yang sudah meninggal. Ketika si orang pertama selesai berbicara panjang, penonton tidak memberikan ekspresi apapun. Tetapi, ketika si orang kedua selesai berbicara dengan singkat, terlihat ada beberapa penonton yang meneteskan air matanya dengan ekspresi wajah terharu, senang, dan sedih bercampur aduk. Si orang kedua rupanya lebih sukses menyentuh emosi para audiensnya.

Tak peduli di mana pun Anda berbicara—di depan umum, di acara pemakaman sampai presentasi produk di sebuah perusahaan—Anda sedang menjual diri Anda sendiri dengan berkomunikasi. Supaya bisa menjual, Anda harus “berkomunikasi” dan bukan hanya “berbicara”. Ikutilah tips-tips berikut supaya pesan yang Anda sampaikan bisa diserap dengan baik oleh audiens.

Apa yang Hendak Disampaikan

Pilihlah kata-kata yang hendak digunakan. Lima menit pertama dan lima menit terakhir adalah bagian terpenting. Anda harus membuka, menjelaskan, dan menyimpulkan. Supaya pesan Anda bisa diserap maksimal, maka buatlah kata-kata yang digunakan seminim mungkin.

Sederhanakan

Salah satu kesalahan fatal yang bisa Anda buat adalah meremehkan kepintaran audiens. Risikonya adalah kehilangan perhatian dalam sekejap. Anda tidak bisa menganggap audiens terlalu bodoh, tetapi jangan juga menganggap bahwa audiens sudah tahu atau mengerti benar akan apa yang hendak disampaikan. Sederhanakan, tetapi rincilah poin-poin penting yang akan Anda sampaikan, bahkan jika Anda menyampaikan sesuatu yang sebenarnya sudah dipahami audiens.

Hilangkan kata-kata yang tak perlu. Apa saja yang bisa dianggap tidak perlu? Apa pun yang menyimpang dari topik utama presentasi Anda dan malah bisa membingungkan atau mengundang kontroversi dari audiens. Terkadang hal yang paling sulit adalah menghilangkan kata-kata yang Anda sukai, tetapi sebenarnya tak berhubungan dengan tema utama. Jika tidak ada hubungannya dengan topik, maka lebih baik dihilangkan saja.

Berikan Penekanan

Jangan berharap apa yang Anda sampaikan bisa semuanya diserap oleh audiens. Beberapa hal, bahkan banyak hal, akan lewat begitu saja. Walaupun demikian, mereka pasti bisa mengingat apa tema atau topik utama yang hendak Anda sampaikan, jika Anda memberikan penekanan yang cukup dan tak berlebihan pada presentasi yang disampaikan. Cara terbaik melakukannya adalah dengan menyampaikan tema/topik utama tersebut dengan penekanan, pengulangan, atau disertai contoh-contoh.

Ketika Martin Luther King berbicara di depan Lincoln Memorial, ia mengulang-ulang satu kalimat, “I have a dream”. Bahkan, walaupun Anda tidak ingat lagi apa saja yang ia katakan waktu itu, Anda tetap bisa mengingat jelas tema uniknya, “I have a dream”. Perbedaan dari orang pertama dan orang kedua pada pidato di acara pemakaman di awal tadi sangatlah jelas, yaitu si orang kedua berhasil menekankan tema unik pidatonya, “Temanku si Gagang Es Krim”.

Tunjukkan, Jangan Cuma Ngomong

Kebanyakan dari kita bosan jika “diberitahu”, tetapi lebih tertarik jika “ditunjukkan atau diceritakan”. Perhatikan bahwa memberitahukan dengan detail itu berbeda dengan menceritakan dengan detail. Itulah sebabnya mengapa cerita lebih mudah diingat dan lebih tahan lama dalam ingatan kita.

Selain menceritakan, Anda juga bisa menggunakan bahasa tubuh dan demonstrasi bila perlu, agar bisa lebih efektif dalam menyampaikan pesan. Contoh, Anda hendak menyampaikan, “Awal tahun ini, penjualan kita menurun sepertiganya.” Dengan disertai gerakan tiga jari yang bergerak turun akan bisa membantu audiens untuk lebih mengingatnya.

Libatkan Audiens

Seringkali bukan “apa” yang disampaikan, tetapi lebih pada “bagaimana” Anda menyampaikannya. Libatkanlah audiens Anda. Buat mereka tertarik dengan “menarik” mereka lebih dekat pada topik utama, contohnya dengan lebih sering menggunakan kata “kita” daripada kata “saya”.

Sesekali ajukan pertanyaan kepada audiens. Walaupun tidak ada yang menjawab, mereka pasti menjawabnya dalam hati dan merasa terlibat dalam presentasi Anda. Mereka bisa turut berpikir, turut mempertimbangkan, bahkan turut merasa dihormati, jika Anda sesekali melihat langsung ke mata mereka. Maka, sebelum memulai presentasi, pastikan Anda mengenal siapa audiens Anda.

Pada contoh di awal artikel ini, si orang pertama mungkin akan bisa lebih menarik perhatian audiens, jika yang hadir adalah kebanyakan dari kalangan akademis atau kedokteran. Tetapi, yang hadir di situ adalah orang-orang yang sedang bersedih atas kematian teman mereka dan berasal dari latar belakang dan profesi yang berbeda-beda. Si orang kedua lebih berhasil menyedot perhatian karena tema yang ia sampaikan lebih bersifat “universal” dan cocok mengena di kalangan audiens yang hadir.

Latihan, Latihan, dan Latihan

Sebenarnya satu hal terburuk yang harus Anda hindari dalam berbicara adalah kegugupan. Rasa gugup merusak segalanya. Satu-satunya cara mengatasi kegugupan adalah dengan latihan, latihan, dan latihan. Anda bisa mencoba apa pun, termasuk mengatur nafas, mengepalkan tangan, minum, sampai menutupi kaki Anda yang gemetar, tetapi itu semua tidak akan banyak menolong. Latihan yang berulang-ulanglah yang bisa menghilangkan kegugupan.

Latihan membuat Anda mampu menghilangkan jeda-jeda yang tak diinginkan dalam berbicara, mengatur intonasi suara saat berbicara (kadang Anda harus berbicara keras, kadang Anda harus berbicara lembut, kadang cepat, kadang lambat). Kombinasi dari semua itu bisa membuat pidato Anda sangat menarik. Semua itu hanya bisa didapat dari “latihan”.

“Berbicara Tidaklah Sama dengan Berkomunikasi”. (Ivan Mulyadi/Majalah MARKETING)
Selengkapnya...

Rabu, 13 Oktober 2010

PENIPUAN INVESTASI

Investasi merupakan salah satu jalur cepat yang dikenalkan oleh Robert T kyosaki dalam bukunya Rich Dad and Poor Dad. Di Indonesia Investasi merupakan salah satu teknik menabung yang disukai oleh beberapa kalangan mampu untuk mengamankan asetnya atas ancaman inflasi dari tahun ke tahun. Beberapa teknik investasi populer diantaranya adalah menyimpan emas, membeli tanah, membeli rumah kontrakan, membeli rumah kos sampai dengan produk investasi lembaga keuangan seperti deposito sampai dengan reksadana saham.

Namun demikian ternyata masih ada juga masyarakat dunia yang melirik cara cepat menjadi kaya yang mungkin di tawarkan melalui skema investasi khusus. Beberapa dari mereka mungkin berhasil namun demikian beberapa yang lain justru terjerat dalam kasus penipuan uang seperti praktek arisan berantai, penggandaan uang sampai penipuan investasi dengan teknik yang lebih tinggi seperti investasi forex. Berikut adalah kutipan detik mengenai penipuan investasi dengan skema Ponzi yang muncul di Amerika.

Setelah Bernard Madoff, kini tipu-tipu investasi ala skema Ponzi kembali muncul di Amerika Serikat. Kali ini tipu-tipu investasi itu dilakukan oleh Nicholas Cosmo, yang merupakan chief executive Agape World. Namun kerugian investasi yang dilakukan Cosmo ini tidak sefantastis kerugian akibat aksi tipu Madoff. Investasi berkedok skema Ponzi yang dilakukan oleh Cosmo itu diduga telah merugikan 1.500 investor hingga US$370 juta.

Para investor dijanjikan uangnya akan diinvestasikan untuk pemberian pinjaman komersial yang menguntungkan. Namun kenyataannya, semua uang investor dibagi-bagi dan digunakan untuk membayar keuntungan semu. "Terdakwa yang mengoperasikan skema Ponzi klasik dengan tujuan memperkaya diri sendiri dan rekannya atas biaya dari para investor, sekarang sudah dipenjara dan investigasi pemerintah terus berlanjut," ujar jaksa AS, Benton Campbell, seperti dikutip dari AFP, Rabu (28/1/2009).

Skema Ponzi merupakan sebuah istilah untuk praktik kotor dalam bisnis keuangan yang menjanjikan pemberian keuntungan berlipat ganda yang jauh lebih tinggi dari keuntungan bisnis riil bagi investor. Para invesor umumnya tidak tahu dan tidak mau tahu darimana perusahaan membayar keuntungan yang dijanjikan. Di Indonesia, kasus serupa ini juga pernah terjadi dimana sebuah perusahaan menjanjikan keuntungan besar, namun sebenarnya keuntungan itu dibayar dengan dana yang masuk dari anggota baru. Tidak pernah ada investasi riil. Kasus besar yang pernah terjadi adalah penipuan PT Qurnia Subur Alam Raya atau QSAR yang menggelapkan dana nasabah melalui investasi agribisnisnya.

Skema Ponzi yang dilakukan oleh Madoff paling mengguncang. Kerugian yang ditimbulkan akibat aksi mantan chairman Nasdaq itu meliputi lembaga keuangan internasional, yayasan amal hingga sejumlah petinggi hingga jutaan dolar AS. Madoff, 70 tahun, kini menjadi tahanan rumah di New York setelah membayar jaminan. Tipu-tipu skema Ponzi lain juga dilakukan oleh Arthur Nadel, yang sempat menghilang hampir 2 pekan sebelum akhirnya ditangkap. Nadel, 76 tahun, diduga mengoperasikan 6 hedge fund yang mengelola dana hingga US$ 342 juta, sebelum akhirnya ketahuan hanya memiliki dana US$ 1 juta.

Atas maraknya aksi tipu-tipu investasi, Campbel pun mengingatkan para investor untuk tetap berhati-hati. "Dalam kondisi perekonomian yang sulit kali ini, maka jika ada kesempatan investasi yang sepertinya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, yang menjanjikan keuntungan tinggi tidak sewajarnya dan secara nyata tidak ada risiko, maka kemungkinan itu bukan pada levelnya," ujar Campbel. Agape World Inc sebelumnya sempat masuk dalam 100 perusahaan yang paling cepat tumbuh di AS versi Enterpreneur Magazine 2008.

Menurut harian Long Island, Agape World menjanjikan tingkat keuntungan hingga 14% hanya dalam 72 hari. Cosmo yang merupakan pendiri Agape World, ternyata sebelumnya pernah dipenjara dan dibebaskan pada tahun 2000. Cosmo dipenjara karena merugikan investor di Long Island, dan diperintahkan untuk menjalani terapi penyembuhan kecanduan judi.

sumber: e-keuangan.blogspot.com
Selengkapnya...

MENGENALI PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI

Di tengah masyarakat belum benar-benar mengerti seluk-beluk investasi dan sikap "manusia" yang serakah dan tidak pernah merasa cukup, tentu menjadi ladang subur bagi para penipu berkedok investasi. Akibatnya, bisnis skema penipuan berkedok investasi dengan mudah memancing orang yang nekat (desperate) akan janji imbal hasil (return) yang tinggi.

Salah satu kalimat yang paling sering dikutip di Wall Street adalah kalimat yang diucapkan Gordon Gekko dalam film Wall Street, “Serakah itu baik.” Namun, janganlah karena kalimat ini akal sehat Anda menjadi silau oleh ketamakan akan iming-iming hasil yang tinggi serta ketakutan akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hasil tinggi dari investasi itu.

Skema

Penipu tersebut tahu bahwa jika para investor awal mendapatkan return sesuai dengan yang dijanjikan, mereka akan cenderung menginvestasikan kembali hasil dari uang tersebut dan bahkan akan membawa keluarga, teman, atau relasinya untuk turut berinvestasi. Tanpa sadar ia mengajak orang-orang terdekat menjadi korban penipuan.

Skema dasar dari berbagai penipuan berkedok investasi adalah skema Ponzi, yaitu penipuan yang menjanjikan return luar biasa besar yang sebenarnya didapatkan dari uang investor lain yang menginvestasikan uangnya belakangan dan bukan dari hasil pengelolaan uang para investor tersebut.

Investor awal akan mendapatkan keuntungan karena langsung mendapatkan pengembalian sehingga terdorong untuk menginvestasikan lebih banyak lagi (namun pada kenyataannya sangat mungkin keuntungan yang diterima adalah uang dari orang-orang terdekat yang diajaknya yang kemudian akan menjadi korban penipuan), sedangkan investor yang masuk belakangan akan semakin rentan terhadap ketiadaan return tinggi tersebut.

Nama Ponzi sendiri diambil dari nama Charles Ponzi, imigran asal Italia yang menggunakan teknik ini untuk melakukan penipuan besar-besaran di Amerika Serikat pada tahun 1919-1920 dan 1926-1934.

Model lain yang memiliki kesamaan dengan skema Ponzi adalah skema piramida. Dalam skema ini, perekrutan terhadap investor baru merupakan sumber dari pengembalian investasi Anda. Investor yang merekrut investor baru akan mendapat keuntungan langsung dari upayanya tersebut.

Selain kedua skema di atas, masih ada beberapa skema lain turunan dari skema di atas., di antaranya:

* Arisan berantai adalah skema piramida yang disebarkan dalam bentuk surat kaleng dan besaran investasi yang kecil.

* Kedua, high yield investment programme, yaitu investasi dengan modal awal kecil yang menjanjikan tingkat pengembalian fantastis serta komisi atas usaha Anda mengajak orang lain untuk bergabung. Skema ini banyak dikenal dengan “bank gelap” di Indonesia.

* Ketiga, penipuan berkedok penggarapan lahan agrobisnis, seperti QSAR dan Ibist. Keempat, penipuan yang berkedok perdagangan valuta asing.

* Kelima, berkedok lowongan pekerjaan yang mengharuskan Anda membayar untuk pelatihan atau justru meminta Anda memasukkan uang terlebih dahulu sebagai prasyarat.

Bagaimana caranya menghindari jenis-jenis penipuan seperti di atas? Anda dapat mengidentifikasinya apabila menemukan beberapa ciri yang disebutkan di bawah ini:

1. Hati-hati apabila the offer sounds too good to be true. Jika penawaran investasi tersebut memberikan “janji-janji surga” akan imbal hasil tinggi di atas rata-rata pasar dalam jangka waktu yang relatif singkat, kemungkinan besar penawaran tersebut memang hanyalah “janji-janji surga”.

2. Taktik penjualan yang memaksa (high pressure sales tactics). Jangan langsung termakan bujuk rayu penjual yang memaksa Anda untuk membuat keputusan saat itu juga, sekalipun penjual itu adalah orang yang Anda kenal baik sejak lama.

3. Baik perusahaan investasi maupun basis investasinya (underlying investment) tidak jelas. Perusahaan investasi tipuan biasanya akan menunjukkan kepada Anda profil perusahaan yang tampak profesional dengan harapan dapat meyakinkan Anda akan kredibilitas mereka. Namun, apabila Anda baca dengan saksama, terdapat banyak kejanggalan. Kejanggalan itu antara lain ketidakjelasan manajemen pengurus, kinerja investasi, maupun laporan keuangan yang lengkap dan sudah diaudit.

4. Ketiadaan izin penawaran investasi dari lembaga pengawas. Bank Indonesia bertindak sebagai regulator perbankan, sedangkan Bapepam-LK bertindak sebagai regulator lembaga keuangan bukan bank. Dua lembaga tersebut memiliki kewenangan untuk mengawasi investasi yang ditawarkan melalui lembaga keuangan nonbank maupun perbankan. Sayangnya, dua lembaga di atas tidak memiliki kewenangan atas produk investasi yang ditawarkan oleh lembaga nonkeuangan sehingga muncullah no man’s land yang rentan digunakan untuk penipuan berkedok investasi.

5. Anda sepatutnya berhati-hati bila menerima penawaran investasi tanpa izin dari salah satu lembaga pengawas di atas.


Anda korban?

Apabila telah menjadi korban penipuan berkedok investasi, apa yang harus Anda lakukan?

1. Pertama, Anda harus melaporkan kepada pihak yang berwajib. Berikan keterangan selengkap mungkin, seperti siapa yang menghubungi Anda dan bagaimana orang tersebut menghubungi Anda.
2. Semakin lengkap informasi yang Anda berikan, semakin mudah terbaca pola dan jejaringnya. Setelah itu, Anda harus menghubungi divisi legal dari Bapepam-LK serta pengacara yang khusus menangani kasus sejenis.
3. Selanjutnya, ajukan tuntutan hukum terhadap para pelaku penipuan. Keputusan Anda untuk menempuh jalur hukum mungkin tidak akan mengembalikan jumlah uang Anda yang telah raib. Akan tetapi, tindakan Anda ini akan meningkatkan kesadaran di kalangan publik. Pihak berwajib akan terdorong untuk mengambil tindakan dan masyarakat lain akan lebih berhati-hati dengan tawaran-tawaran investasi sejenis.

Mungkin sekarang Anda bertanya-tanya, “Jadi, apa saja yang telah dilakukan oleh regulator, pemerintah, dan DPR kita selama ini?” Sebagian besar dari mereka terlena dan merasa ini bukanlah tanggung jawab mereka.

Yang lebih tragis, ada anggota Dewan yang seharusnya mengawasi sektor keuangan justru ikut menjadi korban penipuan.

Apa pun alasannya, penipuan berkedok investasi haruslah diberantas. Dan kepekaan masyarakat terhadap penipuan jenis ini harus di bangkitkan.

sumber: muhammadsoleh.blogspot.com
Selengkapnya...

MENYIKAPI PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI

Kompas, 30 April 2007

Oleh: Lin Che Wei, Direktur Utama Danareksa Neda dan Yoga

Tidak peduli apakah regulator dan pemerintah hendak mengakui atau tidak, Indonesia bagaikan surga bagi perusahaan yang melakukan penipuan berkedok investasi. Pertimbangkan hal ini!

Wakil kita yang mengurusi masalah perbankan dan keuangan di DPR—yang dapat dengan mudah mencari dan menyelidiki informasi tentang lembaga keuangan—malah menjadi korban penipuan berkedok investasi.

Pemimpin media terkemuka—yang bisa dianggap sangat pandai dan kritis terhadap isu-isu terkini—malah menjadi korban penipuan berkedok investasi.

Mantan direktur badan usaha milik negara, yang seharusnya mengerti risiko dan seharusnya dapat membedakan mana perusahaan yang bonafide dan mana yang tidak, juga menjadi korban penipuan berkedok investasi.

Apabila orang-orang pandai yang mempunyai akses terhadap informasi menjadi korban penipuan lantas bagaimana rakyat kecil yang tidak terpelajar?

Penipuan berkedok investasi memancing orang yang serakah dan desperate dengan janji akan imbal hasil (return) yang tinggi. Bukankah berdasarkan prinsip let the buyer beware, investor seharusnya berhati-hati dengan membaca fine print secara saksama sebelum melakukan investasi?

Di dunia yang ideal, memang hal ini yang seharusnya terjadi. Namun, negara dengan masyarakatnya yang belum benar-benar mengerti seluk-beluk investasi bukanlah dunia yang ideal.

Orang-orang yang menjadi korban tidak mempunyai cukup data dan informasi untuk membedakan mana investasi yang kredibel dan yang tidak.

Akibatnya, bisnis penipuan berkedok investasi dengan mudah memancing orang yang nekat (desperate) akan janji imbal hasil (return) yang tinggi.

Apa yang menjadi taktik dari perusahaan berkedok investasi ini? Mereka tahu bahwa sikap manusia adalah serakah dan tidak pernah merasa cukup.

Skema modern

Perusahaan-perusahaan investasi bodong tersebut tahu bahwa jika para investor awal mendapatkan return sesuai dengan yang dijanjikan, mereka akan cenderung menginvestasikan kembali hasil dari uang tersebut dan bahkan akan membawa keluarga, teman, atau relasinya untuk turut berinvestasi di perusahaan tersebut. Akibatnya, jumlah kerugian juga cenderung membengkak.

Skema dasar dari berbagai penipuan berkedok investasi adalah skema Ponzi, yaitu penipuan yang menjanjikan return luar biasa besar yang sebenarnya didapatkan dari uang investor lain yang menginvestasikan uangnya belakangan dan bukan dari hasil pengelolaan uang para investor tersebut.

Investor awal akan mendapatkan keuntungan karena langsung mendapatkan pengembalian sehingga terdorong untuk menginvestasikan lebih banyak lagi, sedangkan investor yang masuk belakangan akan lebih rentan terhadap ketiadaan return tinggi tersebut.

Nama Ponzi sendiri diambil dari nama Charles Ponzi, imigran asal Italia yang menggunakan teknik ini untuk melakukan penipuan besar-besaran di Amerika Serikat pada tahun 1919-1920 dan 1926-1934.

Model lain yang memiliki kesamaan dengan skema Ponzi adalah skema piramida. Dalam skema ini, perekrutan terhadap investor baru merupakan sumber dari pengembalian investasi Anda.

Investor yang merekrut investor baru akan mendapat keuntungan langsung dari upayanya tersebut.

Selain kedua skema di atas, masih ada beberapa skema modern yang bisa disebut sebagai skema turunan dari skema di atas. Misalnya, arisan berantai atau money game.

Arisan berantai adalah skema piramida yang disebarkan dalam bentuk surat kaleng dan besaran investasi yang kecil.

Kedua, high yield investment programme, yaitu investasi dengan modal awal kecil yang menjanjikan tingkat pengembalian fantastis serta komisi atas usaha Anda mengajak orang lain untuk bergabung. Skema ini banyak dikenal dengan “bank gelap” di Indonesia.

Ketiga, penipuan berkedok penggarapan lahan agrobisnis, seperti QSAR dan Ibist. Keempat, penipuan yang berkedok perdagangan valuta asing.

Kelima, berkedok lowongan pekerjaan yang mengharuskan Anda membayar untuk pelatihan atau justru meminta Anda memasukkan uang terlebih dahulu sebagai prasyarat.

Bagaimana caranya menghindari jenis-jenis penipuan seperti di atas? Anda dapat mengidentifikasinya apabila menemukan beberapa ciri yang disebutkan di bawah ini:

Pertama, hati-hati apabila the offer sounds too good to be true. Jika penawaran investasi tersebut memberikan “janji-janji surga” akan imbal hasil tinggi di atas rata-rata pasar dalam jangka waktu yang relatif singkat, kemungkinan besar penawaran tersebut memang hanyalah “janji-janji surga”.

Kedua, taktik penjualan yang memaksa (high pressure sales tactics.) Jangan langsung termakan bujuk rayu penjual yang memaksa Anda untuk membuat keputusan saat itu juga, sekalipun penjual itu adalah orang yang Anda kenal baik sejak lama.

Ketiga, baik perusahaan investasi maupun basis investasinya (underlying investment) tidak jelas. Perusahaan investasi tipuan biasanya akan menunjukkan kepada Anda profil perusahaan yang tampak profesional dengan harapan dapat meyakinkan Anda akan kredibilitas mereka.

Namun, apabila Anda baca dengan saksama, terdapat banyak kejanggalan. Kejanggalan itu antara lain ketidakjelasan manajemen pengurus, kinerja investasi, maupun laporan keuangan yang lengkap dan sudah diaudit.

Keempat, ketiadaan izin penawaran investasi dari lembaga pengawas. Bank Indonesia bertindak sebagai regulator perbankan, sedangkan Bapepam-LK bertindak sebagai regulator lembaga keuangan bukan bank.

Dua lembaga tersebut memiliki kewenangan untuk mengawasi investasi yang ditawarkan melalui lembaga keuangan nonbank maupun perbankan.

Sayangnya, dua lembaga di atas tidak memiliki kewenangan atas produk investasi yang ditawarkan oleh lembaga nonkeuangan sehingga muncullah no man’s land yang rentan digunakan untuk penipuan berkedok investasi.

Anda sepatutnya berhati-hati bila menerima penawaran investasi tanpa izin dari salah satu lembaga pengawas di atas.

Anda korban?

Apabila telah menjadi korban penipuan berkedok investasi, apa yang harus Anda lakukan?

Pertama, Anda harus melaporkan kepada pihak yang berwajib. Berikan keterangan selengkap mungkin, seperti siapa yang menghubungi Anda dan bagaimana orang tersebut menghubungi Anda.

Semakin lengkap informasi yang Anda berikan, semakin mudah terbaca pola dan jejaringnya. Setelah itu, Anda harus menghubungi divisi legal dari Bapepam-LK serta pengacara yang khusus menangani kasus sejenis.

Selanjutnya, ajukan tuntutan hukum terhadap para pelaku penipuan. Keputusan Anda untuk menempuh jalur hukum mungkin tidak akan mengembalikan jumlah uang Anda yang telah raib.

Akan tetapi, tindakan Anda ini akan meningkatkan kesadaran di kalangan publik. Pihak berwajib akan terdorong untuk mengambil tindakan dan masyarakat lain akan lebih berhati-hati dengan tawaran-tawaran investasi sejenis.

Mungkin sekarang Anda bertanya-tanya, “Jadi, apa saja yang telah dilakukan oleh regulator, pemerintah, dan DPR kita selama ini?” Sebagian besar dari mereka terlena dan merasa ini bukanlah tanggung jawab mereka.

Yang lebih tragis, ada anggota Dewan yang seharusnya mengawasi sektor keuangan justru ikut menjadi korban penipuan.

Apa pun alasannya, penipuan berkedok investasi haruslah diberantas di Indonesia. Bapepam-LK, Departemen Perdagangan, Bank Indonesia, dan DPR bertanggung jawab untuk melindungi orang yang miskin, tidak berdaya, dan tidak mempunyai informasi.

Kita semua harus berusaha bersama-sama untuk menghentikan praktik penipuan ini yang secara terus-menerus mengerosi kepercayaan masyarakat terhadap dunia investasi secara keseluruhan.

Regulator dan seluruh lapisan masyarakat perlu berdiri dan mengatakan, “Cukup sudah praktik penipuan berkedok investasi seperti ini.”

Perusahaan-perusahaan seperti ini bukan saja harus dilarang secara hukum, tetapi juga harus dilakukan penindakan dan diproses secara hukum.

Salah satu kalimat yang paling sering dikutip di Wall Street adalah kalimat yang diucapkan Gordon Gekko dalam film Wall Street, “Serakah itu baik.”

Namun, janganlah karena kalimat ini akal sehat Anda menjadi silau oleh ketamakan akan iming-iming hasil yang tinggi serta ketakutan akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hasil tinggi dari investasi itu.

Ingatlah pula kalimat yang diucapkan Henry David Thoreau bahwa kebaikan adalah satu-satunya investasi yang tidak pernah gagal. (*)
Selengkapnya...

PEDOMAN SEDERHANA MENGHINDARI PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI

Pengantar:
Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN ini mengunjungi pembaca setiap hari Jumat. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis. Pembaca dapat mengirimkan pertanyaan atau berkonsultasi seputar masalah-masalah perencanaan keuangan. Pertanyaan dapat dikirim lewat email: redaksi@sinarharapan.co.id, Faksimile Redaksi Sinar Harapan (021) 3153581, surat dialamatkan ke redaksi Sinar Harapan, Jl. Raden Saleh No. 1B-1D Cikini, Jakarta Pusat 10430, dan bisa membuka di http://www.pembelajar.com/ISOL.

Dengan semakin mudahnya informasi didapat, tentunya Anda tidak akan kekurangan informasi bagaimana meningkatkan keahlian keuangan Anda. Di sisi lain, setiap hari kita dibombardir dengan berbagai tawaran-tawaran yang memberikan janji bisnis dan investasi yang luar biasa.

Sayangnya, sebagian besar dari informasi itu sebenarnya memiliki maksud tersembunyi yang bisa mengakibatkan kerugian keuangan yang besar sekali. Dalam hal ini, dibutuhkan langkah atau pedoman untuk dapat memilah-milah informasi yang sesuai dengan apa yang Anda butuhkan dan tentunya tidak merugikan Anda dalam jangka pendek maupun panjang.

Menjamurnya “penipuan investasi”
Kondisi perekonomian yang belum pulih menyebabkan masyarakat, khususnya yang berduit, untuk mencari alternatif investasi. Investasi dengan tingkat pengembalian tinggi menjadi sangat digemari oleh masyarakat berduit walau banyak kejadian perusahaan sejenis hanyalah memberikan janji bukan bukti.
Mungkin dalam jangka waktu pendek masih dapat memenuhi janjinya tapi dalam jangka panjang bagaimana? Karena kebanyak dari jenis investasi seperti ini hanyalah “gali lubang tutup lubang”, yaitu memberikan hasil keuntungan dari dana yang disetor oleh investor yang masuk belakangan. Sampai suatu waktu di mana perusahaan tidak dapat lagi mengatasi kebutuhan akan uang tunai dan pada akhirnya bangkrut dan merugikan banyak orang atau investor.
Pengalaman buruk masyarakat terkait dengan sektor perbankan masih sangat berbekas dalam ingatan mereka. Banyaknya bank yang dilikuidasi menyebabkan banyak orang yang menjadi takut untuk menempatkan dananya di bank. Karena itulah, mereka mencari alternatif investasi lain, yang mereka ras dapat memberikan keuntungan lebih besar dan aman.

Modus Operandi
Pertama adalah Perusahaan penggandaan uang yang berkedok MLM biasanya menawarkan berbagai kemudahan dan janji-janji yang menggiurkan. Penyelewengan sistem MLM ini nampak dalam skema piramida atau investasi lewat surat berantai. Pemasaran produk dengan skema surat berantai memiliki ciri-ciri khusus yang sebenarnya mudah untuk dikenali.

Ciri-cirnya antara lain pungutan biaya pendaftaran anggota yang relative besar dan sebagian digunakan sebagai kompensasi atau komisi kepada orang-orang yang merekrut atau mensponsori anggota baru. Keharusan setiap anggotanya untuk melakukan pembelian produk dalam jumlah besar dan dengan potongan harga setinggi mungkin (sementara harga produk umumnya telah “disesuaikan” secara tidak wajar) sebelum menerima pesanan dari pelanggan atau distributor lainnya. Dan tidak adanya perjanjian atau kontrak tertulis antara perusahaan dengan distributornya. Hampir semua janji berupa iming-iming untuk menjadi kaya mendadak disampaikan secara lisan, sehingga sulit untuk dibuktikan bila terjadi pengingkaran. Itulah beberapa ciri yang sangat menonjol dari sisitem piramida yang bisa sangat merugikan Anda.

Kedua adalah modus investasi dengan pola binari. Proses sistem binari seperti ini, bila Anda ingin ikut berinvestasi maka Anda harus menjadi anggota dengan membeli paket produk dan Anda diharuskan mencari dua orang investor baru yang juga membeli paket produk sama untuk memulai bisnisnya. Demikian pula dua investor yang dibawah Anda dan permainan pun bergulir. Bila downline jaringan sudah mencapai angka tertentu maka satu permainan (game) sudah selesai. Dan memulia permainan baru lagi dengan merekrut dua orang baru lagi. dan kedua downline akan berbuat sama dan seterusnya. Bila Anda ingin mendapatkan bonus yang lebih besar maka ia bisa membeli tidak hanya satu paket, melainkan dua, tiga atau malah lebih banyak lagi.

Dalam pola binari ini, bila keseimbangan kanan-kiri, dari dua orang bawahan akan bertambahan menjadi empat orang terus menjadi delapan orang dan seterusnya, tidak terjadi maka bonus atau keuntungan orang pertama atau upline tidak dapat diperoleh.
Ketiga adalah modus investasi dengan pola matrik. Beberapa waktu lalu, banyak perusahaan menawarkan pola investasi ini. Dengan hanya menanamkan dana minimal, dalam waktu singkat dan tanpa usaha berarti menghasilkan keuntungan berlipat. Modusnya seperti ini, Anda diminta untuk menempatkan dana, misalnya US$50-US$150 dalam bentuk draft ke alamat penyelenggara di luar negeri. Dalam hitungan bulan, Anda dijanjikan mendapatkan bonus keuntungan yang junlahnya dapat mencapai ratusan ribu dolar Amerika.

Pola investasi ini hampir menyerupai pola binari dimana Anda diharuskan untuk mencari orang baru atau tidak melakukan apapun (bantuan up-line dalam perekrutan) dan menghasilkan bonus dari hal tersebut. Masalah timbul, bila jaringan terputus ditengah, sehingga jumlah yang berkembang tidak lagi mencukupi maka Anda tidak mendapatkan seperti apa yang dijanjikan. Ditambah lagi bila Anda terdaftar sebagai anggota jaringan jenjang bawah maka akan sulit bagi Anda untuk memperoleh seperti apa yang diperoleh up-line yang jauh diatas Anda.

Keempat, investasi “bank gelap”. Jenis lembaga investasi ini menawarkan pola investasi dengan keuntungan spektakuler. Sebagai contoh, bila bunga deposito yang ditawarkan oleh perbankan adalah 10% pertahun, lembaga tersebut, konon berani menawarkan bunga 10% perbulan.

Singkatnya, lembaga tersebut, menjadi pengelola dana yang akan memutar uang masyarakat yang menanamkan dananya disana dengan janji imbalan yang sangat tinggi. Coba Anda bayangkan, bagaimana atau ditempatkan dimana dana masyarakat sehingga memperoleh tingkat keuntungan 10% perbulan atau 120% pertahun? Secara akal sehat, tidak mungkin ada investasi yang memberikan keuntungan yang begitu besar dalam waktu singkat, kecuali bisnis haram atau terlarang.

Lantas, Masalah baru timbul bila Anda menginginkan pokok investasi Anda dikembalikan. Biasanya mereka akan merayu untuk tidak menarik dana Anda bahkan disarankan untuk menambah investasi lagi. tragisnya, banyak masyarakat masih saja percaya dengan pola investasi ini.

Dengan pemutaran dana seperti ini, penyelenggara berhasil mengelabui masyarakat, paling tidak dalam jangka pendek. Sejauh masih ada tambahan investor baru, kegiatan usaha tersebut masih dapat berlanjut. Tetapi, bila investasi investor baru lebih kecil dari dana yang dibutuhkan untuk membayar bunga investasi (10% perbulan), maka matilah usaha tersebut. Berarti, uang Anda akan terkubur selama-lamanya.

Kelima adalah investasi inovatif tanpa dukungan aturan yang jelas. Contoh nyata investasi jenis ini adalah Gee Cosmos. Bentuk investasi yang ditawarkan boleh dikatakan baru dan bisa dikategorikan sebagai suatu inovasi dalam berinvestasi. Mereka menawarkan kerja sama pembiayaan iklan, dimana dana yang ditempatkan digunakan untuk membiayai iklan dari suatu produk, dan apabila penjualan produk itu mendapatkan keuntungan, Anda sebagai investor iklannya akan mendapatkan pembagian keuntungan yang besarnya tergantung dari barang apa yang diiklankan.

Tanpa adanya aturan main yang jelas jangan sekali-kali Anda masuk kedalam investasi tersebut. Untung yang diharap, buntung yang didapat.
Terakhir adalah invesasti bagi hasil yang tidak Anda ketahui proses bisnisnya. Pengalaman ini bisa kita lihat pada PT. PT. Qurnia Subur Alam Raya (QSAR) yang merugikan lebih dari 6.000 investor dengan jumlah total dana yang diinvestasikan tidak kurang dari Rp.500 miliar.

PT. QSAR merupakan salah satu dari lebih kurang 45 perusahaan yang bergerak dalam agrobisnis yang menawarkan investasi bagi hasil bagi investor yang tertarik. Umumnya tingkat pengembalian yang ditawarkan diluar akal sehat, jauh lebih tinggi dari tingkat pengembalian tabungan maupun deposito. Dalam klausul kerjasama yang dikeluarkan, PT. QSAR selalu menjanjikan tingkat pengembalian antara 15-20% perbulannya. Padahal kalau Anda pelajari proses binisnya yaitu bisnis agrobisnis akan sangat sulit untuk dapat memberikan tingkat suku bunga tersebut.

Pedoman penting menghindari “penipuan investasi”
Dengan banyak pengalaman penipuan investasi di Indonesia, seharunya kita sebagai masyarakat belajar darinya. Tapi terkadang kita mengabaikan atau melupakan kejadian yang lalu dan melakukan kesalahan yang sama.
Untuk itulah kami merasa perlunya memberikan pedoman sederhana agar Anda dapat terhindar dari berbagaai macam bujuk rayu “penipu”. Anggap pedoman berikut sebagai rintangan. Bila tawaran berikut tidak menghilangkan rintangan-rintangan ini, maka jangan membeli investasi tersebut.

1. Belajar menjadi pemikir yang kritis. Bukan pemikir negatif lo…, tetapi pemikir kritis. Pemikir yang kritis tidak segera mengambil keputusan terhadap apa yang mereka lihat atau dengar. Mereka merenungkannya, meminta bukti untuk mendukung pernyataan, dan mencoba melihatnya secara objektif.

2. Kerjakan pekerjaan rumah Anda. Coba cari informasi berkaitan dengan tawaran tersebut dari berbagai sumber, bisa kepada teman atau professional yang selama ini sudah mengetahui tawaran tersebut. Cari informasi sebanyak-banyak sebelum keputusan keuangan diambil. Sedikit penyelidikan dapat menghindari Anda dari banyak penderitaan.

3. Ajukan pertanyaan-pertanyaan sepsifik dan dapatkan jawaban secara tertulis. Apa yang terjadi bila ternyata tawaran Anda tidak terbukti? Berapa rata-rata penghasilan yang didapat setelah du tahun? lima tahun? Bagaimana dengan track recordnya selama ini? tanyakan sebanyak-banyak bila mereka tidak memberikan ajwaban tertulis secara spesifik, maka tinggalkanlah.

4. Lawanlah berbagai bujuk rayu untuk bergabung hari ini. Jika tawaran ini bagus hari ini belum tentu esok hari. Taktik ini sering dilakukan dan Anda sebagai konsumen harus lebih pintar menangkalnya.

5. Jangan berinvestasi ke dalam sesuatu yang tidak Anda pahami. Sebagai investor, pelajari seluk beluk investasi yang ingin Anda pilih. Pengambilan keputusan sebaiknya berdasarkan pengetahuan serta detail operasional investasi tersebut dilakukan.

6. Kalau tawaran investasi tersebut menghilangkan semua rintangan diatas, ada bikanya bila Anda berkonsultasi dengan professional independent yang memahami perihala investasi, semisal perencana keuangan.

Jika Anda terus belajar untuk menjadi pemikir yang kritis, sebagian besar bujuk rayu “penipu investasi” tidak akan melewati rintangan pertama. Sesuatu hal yang kedengarannya terlalu muluk, mungkin memang demikian. Semoga bermanfaat.

sumber: sinarharapan.co.id
Selengkapnya...

HATI-HATI !! PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI

Salut kepada para penipu yang "niat banget" dengan segala cara
mencoba untuk menjadi kaya dengan iming-iming memberi rejeki ataupun
investasi. Apa yang ingin gue ceritakan disini bukan hal baru,
bahkan sejak kelas 2 SMP gue udah pernah ditawarin ikutan
program "penipuan" serupa. Ceritanya begini : hari ini gue nemu
sebuah selebaran di ATM mandiri yang diberi judul : "Program
Investasi Menabung di Bank Mandiri" . Selebaran itu ga bisa dibilang
selebaran karena terdiri dari 3 lembar dengan tulisan bolak balik
(jadi total 6 halaman).

Halaman 1 berisi 2 buah kesaksian 2o rang yang telah mengikuti
program ini dan telah sukses menjadi "kaya". Pada bagian bawah
halaman ini ditegaskan bahwa program ini bukan rekayasa ataupun
penipuan, katanya : Buat apa menipu kalau hanya 60 ribu saja?

Halaman 2 berisi langkah yang perlu dilakukan untuk mengikuti
program ini termasuk harus pake rekening mandiri supaya bebas biaya
transfer via atm. Di halaman ini juga diberi ilustrasi kekayaan yang
bisa diperoleh dengan pencapaian keberhasilan 25% dari program ini.
Programnya persis MLM, bedanya disini ga ada produk, yang ada hanya
duit yang di transfer via ATM.

Halaman 3 berisi penegasan kembali bahwa program bukan penipuan,
iming-iming jika keberhasilan hanya 15% pun masih bisa dapat ratusan
juta rupiah, sedikit nasehat untuk bersabar dan jangan menipu
(disini ceritanya ada masalah urutan, jadi ga boleh nipu urutan
katanya) dan juga meyakinkan dengan keuntungan tambahan :"berhak
mengikuti undian fiesta mandiri". Sekilas seolah-olah program ini
resmi dari Mandiri.

Halaman 4 Fotokopi dari bukti transfer kepada 4 orang yang di
transfer masing-masing 15 rebu rupiah. Bukti fotokopi ini agak
kurang meyakinkan karena walaupun sudah di rancang dengan beda waktu
pengiriman dan nomer transaksi, gue menemukan keganjilan, kalau
memang nomer transaksi berurut, kenapa mengirim ke 4 orang yang beda
1 menit ada beda nomer yang tidak teratur??? Dan lagi, pencetakan
nama pemilik rekening itu ada kesalahan cetak, yang mana gue yakinin
ATM tidak mungkin salah cetak nama, dannn gue belum pernah nemu nama
orang didunia ini yang berakhiran 3 huruf mati yang sama, misalnya
Yohanesss, dan anehnya ada 3 bukti transfer yang salah ketik,
berakhiran SSS, AAA,dan RRR (bukan nama keluarga pula).

Halaman 5a dituliskan nama 4 orang yang perlu gue kirimin masing-
masing 15 rebu seandainya gue mau ikutan program ini. Tapi anehnya,
nama keempat orang itu sama dengan yang di halaman 3, mestinya ada
satu nama yang gak ada karena udah digeser keatas. Di balik halaman
5a ada halaman 5b yang mestinya diisi dengan tulisan tangan, terus
difotokopi, digeser 1 orang, terus di nomor 4 ditambahin nama kita,
terus halaman ini akan jadi halaman 5a yang baru yang harus kita
sebarkan.

Nah yang aneh adalah kenapa di halaman 5a diisi pake ketikan
(tepatnya itu hasil print komputer) dan bukannya tulisan tangan, kan
nggak mungkin kita ngetik ulang (fontnya seragam dengan semua teks
di bagian depan, sangat mencurigakan).

Mbok ya kalo mau nipu itu hati-hati dan teliti. Kalo dilaporin bisa
ditangkep nggak ya orang2 itu? Setau gue program yang jaman gue smp
itu (yang walaupun masih mengirimkan secara manual tanpa atm online)
sudah di nyatakan sebagai judi, walaupun dulu namanya arisan
nasional. Jelas-jelas walaupun ada yang ngikutin dengan niat baik
dan dengan harapan bisa kaya walau sedikit, ya gue tetep ga suka
dengan orang-orang yang berusaha menipu 60rebu/orang yang akhirnya
bisa dapat lebih banyak dari orang yang ditipu itu.

Anyway, buat sang penipu kalau anda membaca blog saya ini, dengan
segala kerendahan hati saya bilang : bertobatlah dan kembalilah ke
jalan yang benar. Harta di dunia ini ga seberapa :p. Maaf saya tidak
menganggap penipuan anda ini sebagai niat baik anda menolong orang
susah. Anda hanya memperburuk dunia yang sudah buruk ini. (SUMBER:
compactbyte.com)

sumber: mail-archive.com
Selengkapnya...

Rabu, 22 September 2010

SEORANG IBU DAN ANAKNYA

Dikisahkan, seorang ibu meminta tolong anaknya untuk membantunya mengerjakan beberapa pekerjaan rumah. Kebetulan hari itu, ia harus menghadiri acara keluarga. Maka diambil secarik kertas, ditulisnya apa yang harus dikerjakan si anak, dan kemudian ditempel di pintu lemari es, agar pesan yang disampaikannya terbaca oleh si anak.

Menjelang sore si ibu hadir kembali di rumah, kemudian ia membaca secarik kertas yang tertempel di dinding lemari es, nampak tulisan si anak yang tersusun rapi.

1. Cuci Piring: Rp. 10.000,-
2. Ngepel: Rp. 20.000,-
3. Cuci Baju: Rp. 45.000,-
4. Seterika: Rp. 30.000,-
5. Masak Nasi: Rp. 15.000,-
6. Siram Tanaman: Rp. 20.000,-
Raut wajah si ibu nampak biasa saja setelah membaca tulisan sang anak, sangat tenang. Kemudian ia kembali mengambil kertas kosong, menulis dan menempel kembali di pintu lemari es.

Sejurus kemudian sang anak terbangun dari tidurnya, dengan santai ia menuju lemari es karena nampak haus sekali. Ia lihat ada secarik kertas dan kemudian membacanya.
1. Mengandung Kamu 9 Bulan: Rp. 0,-
2. Menyusui Kamu Selama 2 Tahun: Rp. 0,-
3. Menunggui Kamu Siang-malam Saat Bayi: Rp. 0,-
4. Membawa Kamu ke Dokter Ketika Sakit: Rp. 0,-
5. Menyekolahkan Kamu: Rp. 0,-

Setelah membacanya, nampak sang anak termenung dan butir-butir air matanya mulai mengalir membasahi pipi, sebuah penyesalan yang sangat dalam. Tanpa tunggu waktu, ia bergegas mencari ibunya, bersimpuh di kakinya sambil mencium dan meminta maaf.
Dengan penuh kasih sayang, si ibu meraih tangan si anak, mengangkatnya serta memeluknya, sambil membisikkan kata "Ibu selalu memaafkanmu sampai kapanpun, karena kamu adalah mutiara bagi ibu". Dipandangi wajah anaknya dengan senyum, lalu ia berkata "sekarang bergegaslah kamu berwudhu, sebentar lagi maghrib datang, kita sholat bersama memohon kepada Allah agar senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, kesehatan serta ridho-Nya". Amin.

sumber: artnya.multiply.com
Selengkapnya...

SEKALI LANCUNG KE UJIAN SEUMUR HIDUP IBU TETAP PERCAYA

Bicara tentang Ibu tidak bisa lepas dari perasaan cinta mengharu-biru.

Seketika hati yang beku menjadi hangat hanya karena teringat senyum tulusnya.

Seketika jiwa yang panas karena amarah menjadi sejuk hanya karena teringat lembut belaiannya.

Tak pernah terputus kasih sayangnya, namun tak pernah berhenti juga kita mengecewakannya.

Seandainya ibu adalah orang lain, yang tidak pernah mengucurkan air susunya ke dalam tenggorokan kita, pastilah dia sudah tak mau melihat muka kita lagi.

Seandainya ibu adalah orang lain, yang tidak pernah tertatih-tatih menahan beban kita dalam perutnya, pastilah dia sudah tidak sudi mencium kita.

Seandainya ibu adalah orang lain, yang tidak pernah dengan sabar menuntun kita belajar melangkah dan berucap, pastilah dia sudah tidak segan meninggalkan kita.

Begitu banyaknya kesalahan yang kita perbuat pada ibu. Seandainya kesalahan-kesalahan itu kita lakukan pada orang lain, sudah pasti mereka langsung berjalan pergi tak kembali meninggalkan kita.

Tapi ibu adalah ibu…

Hitunglah berapa kali kita berbuat salah dan menyakiti hatinya.

Hitunglah berapa kali kita berkata pedas untuk kemudian berderai air matanya.

Kesalahan kecil atau besar, dosa biasa ataupun fatal, ibu tetap mampu memaafkan kita.

*Renungan yang tak pernah mungkin tentang bagaimana bisa membalas kasih ibu*


sumber: .kompasiana.com
Selengkapnya...

MENJADI ATASAN YANG DISUKAI

Menjadi atasan alias bos baru menjadi tantangan sendiri bagi Anda. Di satu sisi, Anda harus mampu membuat bawahan Anda taat dan mau menuruti perintah Anda, disisi lain Anda harus membuat agar bawahan menyukai Anda dan tidak merasa tertekan. Untuk itu, dengan kedudukan yang baru berarti ada beberapa hal yang perlu Anda perbarui juga.


Mengenal Bawahan

Mengetahui nama-nama bawahan Anda menjadi kewajiban yang harus dipenuhi. Tetapi, mengenal disini tidak cukup hanya mengetahui nama. Anda juga harus mengetahui karakter dan kemampuan masing-masing bawahan. Anda dapat menyesuaikan cara Anda berbicara atau bertindak setelah mengetahui karakter masing-masing bawahan. Misalnya, apakah bawahan Anda orang yang mudah tersinggung. Jika demikian, ketika akan memberi tugas atau koreksi Anda harus berhati-hati agar tidak menyinggungnya.

Dengan mengetahui karakter dan kemampuan anak buah, Anda dapat mendelegasikan tugas-tugas pada orang yang tepat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Jika ada bawahan yang kurang memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan, Anda bisa membantunya secara khusus, misalnya dengan memberikan training sehingga anak buah Anda tidak merasa terbebani dengan tugasnya.


Belajar

Menjadi atasan baru bukan berarti kini Anda bisa bebas karena semua tugas bisa Anda berikan ke bawahan. Menjadi atasan berarti tanggung jawab Anda lebih besar. Kesalahan bawahan bisa jadi harus menjadi tanggung jawab Anda. Ini berarti Anda harus memastikan apa yang dikerjakan bawahan Anda sudah benar. Untuk mengetahui benar atau tidak, Anda perlu menguasai hal itu juga. Jika ini merupakan hal yang baru, berarti Anda perlu belajar tentang tugas-tugas ini.

Anda juga bisa kehilangan respek dari bawahan, jika mereka melihat Anda tidak menguasai hal yang Anda delegasikan. Kadangkala, mereka membutuhkan Anda sebagai tempat bertanya atau meminta saran Anda untuk mengambil keputusan. Agar mendapat jawaban yang tepat, tentu Anda harus belajar agar mngerti permasalahan secara menyeluruh.


Ciptakan Keakraban

Walau kedudukan Anda lebih tinggi, ini bukan alasan bagi Anda untuk menjaga jarak dengan bawahan. Hilangkan sikap angkuh atau menjaga image secara berlebihan. Mungkin dengan berpikir bawahan Anda tidak setingkat dengan Anda atau pikiran bahwa agar mereka takut dan mau menuruti perintah Anda, maka Anda harus eksklusif.

Pikiran seperti ini tidak sepenuhnya benar. Akan lebih baik jika Anda mau berbaur dengan bawahan Anda dalam batas yang wajar. Memang harus ada sikap yang membuat atasan Anda merespek Anda, tetapi bukan berarti Nada harus benar-benar terpisah dari mereka. Sikap yang otoriter dapat membuat bawahan merasa kesal dan dapat membuat Anda kehilangan mereka. Salah satu hal yang dapat Anda lakukan agar tercipta keakraban diantara kalian misalnya dengan makan siang bersama atau pergi rekreasi bersama pada hari libur. Suasana yang akrab akan memudahkan mereka untuk menyukai Anda.


Siap Menerima Masukan

Masukan dari bawahan janganlah dianggap sebagai serangan untuk mengalahkan Anda. Coba dengarkan masukan mereka. Mungkin ada benarnya apa yang mereka sampaikan. Saran-saran ini jika direnungkan dan dibuat perbaikan tentu akan membuat diri Anda menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, dengan melihat sifat Anda yang mau menerima kritikan, bisa meningkatkan rasa respek mereka.


Perbaiki Penampilan

Jika sebelumnya Anda cuek dengan penampilan, ada baiknya Anda mulai mengubah kebiasaan ini. Penampilan memang bukan segalanya, tetapi penampilan akan mempengaruhi penilaian orang saat pertama kali berjtemu. Apalagi, sebagai atasan mungkin Anda harus presentasi atau meeting klien. Penampilan yang buruk dapat merusak citra perusahaan.

Sebagai atasan, Anda juga harus memberi teladan kepada bawahan, termasuk dalam hal penampilan. Anda tentu tidak merasa senang, jika penampilan Anda berantakan, maka dengan memberi teladan akan memudahkan jika akan memberikan saran tentang hal ini kepadanya. Penampilan yang bersih, rapi dan wangi dapat membuat mereka menghormati Anda dan mencegah pembicaraan yang tidak mengenakkan tentang penampilan Anda.

Menjalin kerja sama dan hubungan baik dengan bawahan harus terbina agar menghasilkan sesuatu yang baik. Dengan mewujudkannya, suasana akan menyenangkan dan pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik. Sehingga menambah nilai Anda di mata atasan.
Selengkapnya...

Jumat, 27 Agustus 2010

LEADERSHIP VS DEALERSHIP

oleh Bambang Purwoko

Kepemimpinan bangsa seperti apakah yang sebenarnya dibutuhkan saat ini? Kita menghadapi kondisi yang dilematis, kepemimpinan tradisional dianggap tidak demokratis, sedangkan kepemimpinan modern rendah legitimasi. Banyak pemimpin modern
hasil proses demokrasi prosedural yang hanya didukung kurang dari setengah warga yang dipimpinnya. Mereka menjadi pemimpin dengan legitimasi nominal yang rendah.
Ada juga beberapa pemimpin yang didukung kelompok besar masyarakat.

Namun demikian, meskipun didukung oleh mayoritas, tidak ada jaminan bahwa mereka bisa menjadi pemimpin yang baik. Nyatanya, kita menyaksikan banyaknya pemimpin yang tidak memiliki kualitas kepemimpinan dan managerial yang pantas. Banyak diantara mereka yang rendah kapasitas, rendah mentalitas, dan rendah pula moralitas.

Jika banyak masalah kronis dalam kehidupan masyarakat yang tidak bisa diselesaikan dengan baik, sebagian kesalahan sebenarnya bisa ditimpakan kepada para pemimpin yang tidak becus itu. Tetapi kesalahan lain adalah tanggungjawab masyarakat pemilih. Menurut teori elit, pemimpin adalah refleksi masyarakat yang dipimpinnya. Masyarakat saleh akan melahirkan pemimpin saleh. Sebaliknya pemimpin bejat adalah cermin perilaku buruk sebagian besar warga masyarakat.

Dalam konteks demokrasi prosedural saat mana pemimpin dipilih secara langsung oleh rakyat, asumsi di atas menemukan pembenaran. Masyarakat baik pastilah akan memilih
pemimpin baik. Masalahnya, bagaimana caranya memilih pemimpin yang baik? Khususnya ketika saat ini muncul gejala yang (menurut Rocky Gerung) populer disebut dealership? Praktik dealership adalah upaya memunculkan atau mempopulerkan calon pemimpin melalui publikasi hasil survey atau jajak pendapat.

Politik dealer bekerja melalui lembaga-lembaga survey yang seolah-olah dapat meloloskan seseorang untuk memenangkan Pilkada maupun Pemilu. Dengan
mekanisme ini, yang muncul bukanlah leadership tetapi dealership. Apa yang salah dalam dalam praktik dealership melalui lembaga survei? Kesalahan terletak pada manipulasi proses dan metode.

Secara sederhana, jika ada pertanyaan tentang siapakah pemimpin yang paling populer, jawaban masyarakat akan tergantung pada jenis pertanyaan dan cara bertanya. Juga tergantung pada informasi apa yang diperoleh masyarakat dalam periode waktu tertentu. Itulah yang dimanfaatkan dalam politik dealer. Masyarakat terus diguyur informasi dengan kemasan ”citra baik” calon tertentu melalui iklan koran, TV,
radio, baliho, poster, dan selebaran; kemudian mereka ditanya tentang siapakah yang paling populer dan pantas menjadi pemimpin. Masyarakat tergiring untuk memilih pemimpin palsu. Mengapa? Meskipun dukungan nominal sangat penting bagi legitimasi
pemimpin, popularitas saja tidaklah cukup.

Kompleksitas persoalan dan dinamika dalam politik pemerintahan menuntut adanya kapasitas dan mentalitas kepemimpinan (leadership) yang kuat bagi setiap
pemimpin. Bahkan survei-pun membuktikan bahwa, hanya bermodalkan popularitas saja tidaklah cukup digunakan sebagai modal untuk memimpin. Pemimpin yang berhasil haruslah memiliki kepintaran, jujur dan bisa dipercaya, memiliki empati terhadap
kondisi yang dipimpinnya, dan memiliki ketegasan dalam mengambil keputusan.

Berhati-hatilah memilih pemimpin. Banyak kajian empiris tentang kepemimpinan menunjukkan bahwa, kualitas dasar yang mutlak harus ada pada diri seorang pemimpin adalah tanggung jawab, memiliki visi, disiplin diri, sikap mau belajar, sikap melayani, berpendidikan baik, dan didukung baik oleh keluarga. Pilihlah mereka yang kira-kira tidak berambisi meraih keuntungan bagi diri pribadi dan kelompoknya saja, tetapi yang benar-benar ingin mengabdi dan menghibahkan dirinya untuk kemajuan masyarakat.

Oleh karena itu, tidaklah perlu mempraktikan politik dealership yang manipulatif. Jika seseorang memiliki kualitas dasar seperti digambarkan di atas, pastilah masyarakat akan dengan rela hati memilihnya menjadi pemimpin. Apalagi masyarakat Jawa mengenal jargon yang sangat populer dalam upaya memilih pemimpin, sapa sing
ketara bakal ketari. Artinya, siapa yang kualitas dan kinerjanya terlihat nyata, pastilah masyarakat akan menawari, meminta, dan memilihnya menjadi pemimpin. Insya Allah.*****

sumber: bpurwoko.staff.ugm.ac.id
Selengkapnya...

Kamis, 26 Agustus 2010

LEADERSHIP: TUGAS POKOK PEMIMPIN

Tugas pokok—seorang pemimpin yaitu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen seperti yang telah disebutkan sebelumnya yang terdiri dari: merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi.

Terlaksananya tugas-tugas tersebut tidak dapat dicapai hanya oleh pimpinan seorang diri, tetapi dengan menggerakan orang-orang yang dipimpinnya. Agar orang-orang yang dipimpin mau bekerja secara erektif seorang pemimpin di samping harus memiliki inisiatif dan kreatif harus selalu memperhatikan hubungan manusiawi. Secara lebih terperinci tugas-tugas seorang pemimpin meliputi: pengambilan keputusan menetapkan sasaran dan menyusun kebijaksanaan, mengorganisasikan dan menempatkan pekerja, mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan baik secara vertikal (antara bawahan dan atasan) maupun secara horisontal (antar bagian atau unit), serta memimpin dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan.

Secara umum, tugas-tugas pokok pemimpin antara lain :
a. Melaksanaan Fungsi Managerial, yaitu berupa kegiatan pokok meliputi pelaksanaan :
- Penyusunan Rencana
- Penyusunan Organisasi Pengarahan Organisasi Pengendalian Penilaian
- Pelaporan
b. Mendorong (memotivasi) bawahan untuk dapat bekerja dengan giat dan tekun
c. Membina bawahan agar dapat memikul tanggung jawab tugas masing-masing secara
baik
d. Membina bawahan agar dapat bekerja secara efektif dan efisien
e. Menciptakan iklim kerja yang baik dan harmonis
f. Menyusun fungsi manajemen secara baik
g. Menjadi penggerak yang baik dan dapat menjadi sumber kreatifitas
h. Menjadi wakil dalam membina hubungan dengan pihak luar


B. Fungsi Kepemimpinan

Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :
> Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
> Fungsi sebagai Top Manajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb.

Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efektif, maka kepemimpinan tersebut harus dijalankan sesuai dengan fungsinya. Sehubungan dengan hal tersebut, menurut Hadari Nawawi (1995:74), fungsi kepemimpinan berhubungn langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok masing-masing yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada didalam, bukan berada diluar situasi itu Pemimpin harus berusaha agar menjadi bagian didalam situasi sosial keiompok atau organisasinya.

Fungsi kepemimpinan menurut Hadari Nawawi memiliki dua dimensi yaitu:
1) Dimensi yang berhubungan dengan tingkat kemampuan mengarahkan dalam tindakan atau aktifitas pemimpin, yang terlihat pada tanggapan orang-orang yang dipimpinya.
2) Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan atau keterlibatan orang-orang yang dipimpin dalam melaksnakan tugas-tugas pokok kelompok atau organisasi, yang dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusan-keputusan dan kebijakan pemimpin.

Sehubungan dengan kedua dimensi tersebut, menurut Hadari Nawawi, secara operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan, yaitu:

1. Fungsi Instruktif.
Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan perintah.

2. Fungsi konsultatif.
Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif sebagai komunikasi dua arah. Hal tersebut digunakan manakala pemimpin dalam usaha menetapkan keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya.

3. Fungsi Partisipasi.
Dalam menjaiankan fungsi partisipasi pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam melaksanakannya. Setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari tugas-tugas pokok, sesuai dengan posisi masing-masing.

4. Fungsi Delegasi
Dalam menjalankan fungsi delegasi, pemimpin memberikan pelimpahan wewenang membuat atau menetapkan keputusan. Fungsi delegasi sebenarnya adalah kepercayaan ssorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaan untuk pelimpahan wewenang dengan melaksanakannya secara bertanggungjawab. Fungsi pendelegasian ini, harus diwujudkan karena kemajuan dan perkembangan kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh seorang pemimpin seorang diri.

5. Fungsi Pengendalian.
Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan yang efektif harus mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Dalam melaksanakan fungsi pengendalian, pemimpin dapat mewujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan.

Kemudian menurut Yuki (1998) fungsi kepemimpinan adalah usaha mempengaruhi dan mengarahkan karyawan untuk bekerja keras, memiliki semangat tinggi, dan memotivasi tinggi guna mencapai tujuan organisasi. Hal ini terutama terikat dengan fungsi mengatur hubungan antara individu atau kelompok dalam organisasi. Selain itu, fungsi pemimpin dalam mempengaruhi dan mengarahkan individu atau kelompok bertujuan untuk membantu organisasi bergerak kearah pencapaian sasaran. Dengan demikian, inti kepemimpinan bukan pertama-tama terletak pada kedudukannya daiam organisasi, melainkan bagaimana pemimpin melaksanakan fungsinya sebagai pemimpin. Fungsi kepemimpinan yang hakiki adalah :

* Selaku penentu arah yang akan ditempuh dalam usaha untuk pencapaian tujuan
* Sebagai wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak luar.
* Sebagai komunikator yang efektif.
* Sebagai integrator yang efektif, rasional, objektif, dan netral.


Fungsi pokok pimpinan adalah:
• Memberikan kerangka pokok yang jelas yang dapat dijadikan pegangan oleh anggotanya.
• Mengawasi, mengendalikan dan menyalurkan perilaku anggota yang dipimpin
• Bertindak sebagai wakil kelompok dalam berhubungan dengan dunia luar
Fungsi kepemimpinan itu pada pokoknya adalah menjalankan wewenang kepemimpinan, yaitu menyediakan suatu sistem komunikasi, memelihara kesediaan bekerja sama dan menjamin kelancaran serta keutuhan organisasi atau perusahaan.

Fungsi-fungsi kepemimpinan meliputi kegiatan dan tindakan sebagai berikut:
a. Pengambilan keputusan
b. Pengembangan imajinasi
c. Pendelegasian wewenang kepada bawahan
d. Pengembangan kesetiaan para bawahan
e. Pemrakarsaan, penggiatan dan pengendalian rencana-rencana
f. Pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya
g. Pelaksanaan keputusan dan pemberian dorongan kepada para pelaksana
h. Pelaksanaan kontrol dan perbaikan kesalahan-kesalahan
i. Pemberian tanda penghargaan kepada bawahan yang berprestasi
j. Pertanggungjawaban semua tindakan

sumber: referensi-kepemimpinan.blogspot.com
Selengkapnya...

LEADERSHIP: DEFINISI PEMIMPIN

Definisi pemimpin menurut para ahli dan dalam beberapa kamus modern diantaranya :

1. Ahmad Rusli dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan (1999)
Menyatakan pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan.

2. Miftha Thoha dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983 : 255)
Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya.

3. Kartini Kartono (1994 . 33)
Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kclebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.

4. C. N. Cooley (1902)
Pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari suatu kecenderungan, dan pada kesempatan lain, semua gerakan sosial kalau diamati secara cermat akan akan ditemukan kecenderungan yang memiliki titik pusat.

5. Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994 : 33)
Pemimpin dalam pengertian ialah seorang yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan akseptansi/ penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.

6. Sam Walton
Pemimpin besar akan berusaha menanamkan rasa percaya diri pada para pendukung. Jika orang memiliki percaya diri tinggi, maka kita akan terkejut pada hasil luar biasa yang akan mereka raih.

7. Ahmad Rusli dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan (1999)
Pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan.

8. Rosalynn Carter
“Seorang pemimpin biasa membawa orang lain ke tempat yang ingin mereka tuju”. Seorang pemimpin yang luar biasa membawa para pendukung ke tempat yang mungkin tidak ingin mereka tuju, tetapi yang harus mereka tuju.

9. John Gage Allee
Leader…a guide;a conductor; a commander” (pemimpin itu ialah pemandu, penunjuk, penuntun; komandan).

10. Jim Collin
Mendefinisikan pemimpin memiliki beberapa tingkatan, terendah adalah pemimipin yang andal, kemudian pemimpin yang menjadi bagian dalam tim, lalu pemimpin yang memiliki visi, tingkat yang paling tinggi adalah pemimpin yang bekerja bukan berdasarkan ego pribadi, tetapi untuk kebaikan organisasi dan bawahannya.

11. Modern Dictionary Of Sociology (1996)
Pemimpin (leader) adalah seseorang yang menempati peranan sentral atau posisi dominan dan pengaruh dalam kelompok (a person who occupies a central role or position of dominance and influence in a group).

12. C.N. Cooley dalam “ The Man Nature and the Social Order’
Pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari suatu kecenderungan, dan sebaliknya, semua gerakan sosial, kalau diamat-amati secara cermat, akan ditemukan didalamnya kecenderungan-kecenderungan yang mempunyai titik pusat.

13. I. Redl dalam “Group Emotion and Leadership”.
Pemimpin adalah seorang yang menjadi titik pusat yang mengintegrasikan kelompok.

14. J.I. Brown dalam “ Psychology and the Social Order”.
Pemimpin tidak dapat dipisahkan dengan kelompok, tetapi dapat dipandang sebagai suatu posisi yang memiliki potensi yang tinggi dibidangnya.

15. Kenry Pratt Fairchild dalam “Dictionary of Sociologi and Related Sciences”.
Pemimpin dapat dibedakan dalam 2 arti :
- Pemimpin arti luas, seorang yang memimpin dengan cara mengambil inisiatif tingkah laku masyarakat secara mengarahkan, mengorganisir atau mengawasi usaha-usaha orang lain baik atas dasar prestasi, kekuasaan atau kedudukan.
- Pemimpin arti sempit, seseorang yang memimpin dengan alat-alat yang menyakinkan, sehingga para pengikut menerimanya secara suka rela.

16. Dr. Phil. Astrid S. Susanto
Pemimpin adalah orang yang dianggap mempunyai pengaruh terhadap sekelompok orang banyak.

17. Ensiklopedia Administrasi (disusun oleh staf Dosen Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gadjah Mada)
Pemimpin (Leader) adalah orang yang melakukan kegiatan atau proses mempengaruhi orang lain dalam suatu situasi tertentu, melalui proses komunikasi, yang diarahkan guna mencapai tujuan/tujuan-tujuan tertentu.

18. Katz & Kahn (1978)
Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada, dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.

19. Hemhill & Coon (1995)
Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal).

20. William G.Scott (1962)
Kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang diorganisir dalam kelompok di dalam usahanya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

21. Stephen J.Carrol & Henry L.Tosj (1977)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang-orang lain untuk melakukan apa yang kamu inginkan dari mereka untuk mengerjakannya.

22. Dr. Thomas Gordon “ Group Centered Leadership”. A way of releasing creative power of groups.
Kepemimpinan dapat dikonsepsualisasikan sebagai suatu interaksi antara seseorang dengan suatu kelompok, tepatnya antara seorang dengan anggota-anggota kelompok setiap peserta didalam interaksi memainkan peranan dan dengan cara-cara tertentu peranan itu harus dipilah-pilahkan dari suatu dengan yang lain. Dasar pemilihan merupakan soal pengaruh, pemimpin mempengaruhi dan orang lain dipengaruhi.

23. Tannenbaum, Weschler,& Massarik (1961)
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan dalam situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu.

24. P. Pigors (1935)
Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong melalui keberhasilan interaksi dari perbedaan perbedaan individu, mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama.

25. Kartini Kartono (1994 : 48)
Kepemimpinan itu sifatnya spesifik, khas, diperlukan bagi satu situasi khusus. Sebab dalam suatu kelompok yang melakukan aktivitas¬aktivitas tertentu, dan mempunyai suatu tujuan serta peralatan¬peralatan yang khusus. Pemimpin kelompok dengan ciri-ciri karakteristik itu merupakan fungsi dari situasi khusus.

26. G. U. Cleeton dan C.W Mason (1934)
Kepemimpinan menunjukan kemampuan mempengaruhi orang-orang dan mencapai hasil melalui himbauan emosional dan ini lebih baik dibandingkan dengan penggunaan kekuasaan.

27. Locke & Associates (1997)
Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses membujuk (inducing) orang-orang lain untuk mengambil langkah menuju sasaran bersama .

28. John W. Gardner (1990)
Kepimpinan sebagai proses Pemujukan di mana individu-individu meransang kumpulannya meneruskan objektif yang ditetapkan oleh pemimpin dan dikongsi bersama oleh pemimpin dan pengikutnya.

29. Theo Haiman & William G.Scott (1974)
Kepemimpinan adalah proses orang-orang diarahkan ,dipimpin, dan dipengaruhi dalam pemilihan dan pencapaian tujuan.

30. Duben (1954)
Kepemimpinan adalah aktifitas para pemegang kekuasaan dan membuat keputusan.

31. F.A.Nigro(1965)
Inti kepemimpinan adalah mempengaruhi kegiatan orang-orang lain.

32. Reed (1976)
Kepimpinan adalah cara mempengaruhi tingkah laku manusia supaya perjuangan itu dapat dilaksanakan mengikut kehendak pemimpin.

33. G.L.Feman & E.K.aylor (1950)
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan kegiatan kelompok mencapai tujuan organisasi dengan efektifitas maksimum dan kerjasama dari tiap-tiap individu.

34. James M. Black (1961)
Kepemimpinan adalah kemampuan yang sanggup meyakinkan orang lain supaya bekerjasama dibawah pimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai tujuan tertentu.

35. Harold Koontz (1989)
Pengaruh, seni,atau proses mempengaruhi orang-orang sehingga mereka akan berusaha mencapai tujuan kelompok dengan kemauan dan antusiasme.

36. R.K. Merton “ The Social Nature of Leadership”, American Journal of Nuns, 1969.
Kepemimpinan sebagai suatu hubungan antar pribadi dalam mana pihak lain mengadakan penyesuaian karena mereka berkeinginan untuk itu, bukannya karena mereka harus berbuat demikian.

37. P. Pigors “Ledearship and Domination”
Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong yang mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama, melalui interaksi yang berhasil dari perbedaan-perbedaan individual.

38. Keth Davis “Human Relations at Work”
Kepemimpinan sebagai faktor manusiawi yang mengikat suatu kelompok menjadi satu dengan memotivasinya kearah tujuan-tujuan.

39. Ordway Tead “ The Technigue of Creative Leadershif in Human Nature and Management”.
Kepemimpinan sebagai kombinasi perangai-perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong orang-orang lain untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu.

40. E.S. Bogardus “Leader and Leadership”.
Kepemimpinan sebagai kepribadian yang beraksi dalam kondisi-kondisi kelompok.
Tidak saja kepemimpinan itu suatu kepribadian dan suatu gejala kelompok; ia juga merupakan suatu proses sosial yang melibatkan sejumlah orang dalam kontak mental dalam mana seseorang mendominasi orang-orang lain.

41. F.I. Munson “ The Management of Man”.
Kepemimpinan sebagai kemampuan/kesanggupan untuk menangani atau menggarap orang-orang sedemikian rupa untuk mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan sekecilnya mungkin pergesekan dan sebesar-besarnya (sebesar mungkin) kerja sama.

42. C.M. Bundel “Is Leadership losing its importance ?”
Kepemimpinan seorang seni mendorong/mempengaruhi orang-orang lain untuk mengerjakan apa yang dikehendaki seseorang pemimpin untuk dikerjakannya.

43. W.G. Bennis “Leadership Theory and Administration Behavior”
Kepemimpinan sebagai proses dengan mana pemimpin mendorong, mempengaruhi bawahan untuk berprilaku seperti yang dikehendaki.

44. J.B. NASH “Leadership”
Kepemimpinan mencakup kegiatan mempengaruhi perubahan dalam perbuatan orang-orang.

45. Ordway Tead “ The Art of Leadership”
Kepemimpinan sebagai kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan yang dikehendaki.

46. H.H. Jennings “Leadership – a dynamic redefinition”, Journal Education School, 1944.
Kepemimpinan muncul sebagai suatu hasil interaksi yang melibatkan prilaku yang memuat seseorang terangkat keperanan sebagai pemimpin oleh individu-individu lain.

47. J.K. Hemphill
- Dalam “ The Leader and his Group”.
Kepemimpinan adalah perilaku seorang individu sementara ia terlibat dalam pengerahan kegiatan-kegiatan kelompok.

48. Dalam “ A Propossed Theory of leadership in small groups; Technical report”.
Memimpin berarti terlibat dalam suatu tindakan memulai pembentukan struktur dalam interaksi sebagai bagian dari proses pemecahan masalah-masalah bersama.

49. R. C. Davis “ The Fundamentals of Top Management”
Kepemimpinan sebagai kekuatan dinamika yang pokok yang mendorong memotivasi, dan mengkoordinasikan organisasi dalam pencapaian tujuan-tujuannya.

50. C. Schenk “Leadership” : Infantry Journal. 1928.
Kepemimpinan adalah manajemen mengenal manusia dengan jalan persuasi dan inspirasi dan bukannya dengan pengarahan atau semacamnya, atau ancaman, paksaan yang terselubung.

51. C.V. Cleeton & C.W. Mason “Executive Ability its Discovery and Development"
Kepemimpinan menunjukkan kemampuan mempengaruhi orang-orang dalam mencapai hasil-hasil melalui himbauan emosional dan bukannya melalui penggunaan kekerasan/wewenang.

52. N. Copeland “Psychology and the Soldier”
Kepemimpinan adalah seni perlakuan terhadap manusia. Ini adalah seni mempengaruhi sejumlah orang dengan persuasi atau dengan teladan untuk mengikuti serangkaian tindakan.

53. H. Kootz & O’ Donnel “ Principles of Management”
Kepemimpinan adalah kegiatan mempersuasi orang-orang untuk bekerjasama dalam pencapaian suatu tujuan bersama.

54. C. K. Warriner “ Leadership in the small Group”, American Journal Soc, 1955
Kepemimpinan sebagai suatu bentuk hubungan diantara orang-orang, dimana mengharuskan seseorang atau lebih bertindak sesuai dengan permintaan pihak lain.

55. H. Gerth & C.W. Mills “Character and Social Structure”
Kepemimpinan dalam arti luas adalah suatu hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin dalam mana pemimpin lebih banyak mempengaruhi dari pada dipengaruhi; disebabkan karena pemimpin menghendaki yang dipimpin berbuat seperti dia dan tidak berbuat lain yang dimaui sendiri.

56. R. M. Bellows “Creative Leadership”
Kepemimpinan sebagai proses pengaturan suatu situasi sedemikian rupa, sehingga anggota-anggota kelompok termasuk si pemimpin, dapat mencapai tujuan bersama dengan hasil maksimum dan dengan waktu dan kerja minimum.

57. Ralp M. Stogdill (1950)
Is the process of influencing group activities toward goal setting and goal achievement (proses mempengaruhi kegiatan kelompok, menuju kearah penentuan tujuan dan mencapai tujuan).

58. Dalam “Individual Behavior and Group Achievement”
Kepemimpinan adalah permulaan pembentukan struktur dan memeliharanya dalam harapan dan interaksi.

Kita dapat saja berbeda dari beberapa pandangan di atas dalam memaknai konsep pemimpin, namun yang dapat penulis simpulkan bahwa dari rumusan diatas secara umum, pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi individu dan/atau sekelompok orang lain untuk bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditentukan.

sumber: referensi-kepemimpinan.blogspot.com
Selengkapnya...

LEADERSHIP: SYARAT MENJADI SEORANG PEMIMPIN

Kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam manajemen, bahkan dapat dinyatakan, kepemimpinan adalah inti dari managemen.

Di dalam kenyataan, tidak semua orang yang menduduki jabatan pemimpin memiliki kemampuan untuk memimpin atau memiliki ‘kepemimpinan’, sebaliknya banyak orang yang memiliki bakat kepemimpinan tetapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya. Sedang pengertian ‘kepala’ menunjukan segi formal dari jabatan pemimpin saja, maksudnya secara yuridis-formal setiap orang dapat saja diangkat mengepalai sesuatu usaha atau bagian (berdasarkan surat keputusan atau surat pengangkatan), walaupun belum tentu orang yang bersangkutan mampu menggerakan mempengaruhi dan membimbing bawahannya serta (memimpin) memiliki kemampuan melaksanakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan.

PERSYARATAN PEMIMPIN

Karena seorang pemimpin bertugas menggerakan orang-orang yang dipimpinnya, maka sudah barang tentu ia harus memiliki sifat-sifat yang lebih dari orang-orang yang dipimpinnya. Banyaknya sifat-sifat ideal yang dituntut bagi seorang pemimpin berbeda-beda menurut bidang kegiatan, jenis atau tipe kepemimpinan, tingkatan dan bahkan juga latar belakang budaya dan kebangsaan. Untuk memperoleh perbandingan yang luas berikut ini akan diuraikan sifat-sifat atau syarat-syarat kepemimpinan yang diajukan oleh beberapa ahli, pemuka masyarakat, dan bahkan berdasarkan tradisi masyarakat tertentu.

Menurut Dr. Roeslan Abdulgani seorang pemimpin harus memiliki kelebihan dalam 3 hal dari orang-orang yang dipimpinnya :

- Kelebihan dalam bidang ratio.
Artinya seseorang pemimpin harus memiliki pengetahuan tentang tujuan dan asas organisasi yang dipimpinnya. Memiliki pengetahuan tentang cara-cara untuk menjalankan organisasi secara efisien. Dan dapat memberikan keyakinan kepada orang-orang yang dipimpin ke arah berhasilnya tujuan.

- Kelebihan dalam bidang rohaniah.
Artinya seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat yang memancarkan keluhuran budi, ketinggian moral, dan kesederhanaan watak.

-Kelebihan dalam bidang lahiriah/jasmaniah.
Artinya dengan kelebihan ketahanan jasmaniah ini seorang pemimpin akan mampu memberikan contoh semangat dan prestasi kerja sehari-hari yang baik kepada orang-orang yang dipimpin.

Terry menyebutkan adanya 8 buah syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin yang baik, yaitu memiliki:
1. Kekuatan atau energi
Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan lahiriah dan rokhaniah sehingga mampu bekerja keras dan banyak berfikir untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

2. Penguasaan emosional
Seorang pemimpin harus dapat menguasai perasaannya dan tidak mudah marah dan putus asa.

3. Pengetahuan mengenai hubungan kemanusiaan
Seorang pemimpin harus dapat mengadakan hubungan yang manusiawi dengan bawahannya dan orang-orang lain, sehingga mudah mendapatkan bantuan dalam setiap kesulitan yang dihadapinya.

4. Motivasi dan dorongan pribadi, yang akan mampu menimbulkan semangat, gairah, dan ketekunan dalam bekerja.

5. Kecakapan berkomunikasi: kemampuan menyampaikan ide, pendapat serta keinginan dengan baik kepada orang lain, serta dapat dengan mudah mengambil intisari pembicaraan.

6. Kecakapan mengajar: pemimpin yang baik adalah guru yang mampu mengajar dan memberikan teladan dan petunjuk-petunjuk, menerangkan yang belum dengan gambaran jelas serta memperbaiki yang salah.

7. Kecakapan bergaul: dapat mengetahui sifat dan watak orang lain melalui pergaulan agar dengan mudah dapat memperoleh kesetiaan dan kepercayaan. Sebaiknya bawahan juga bersedia bekerja dengan senang hati dan sukarela untuk mencapai tujuan.

8. Kemampuan teknis kepemimpinan: mengetahui azas dan tujuan organisasi. Mampu merencanakan, mengorganisasi, mendelegasikan wewenang, mengambil keputusan, mengawasi, dan lain-lain untuk tercapainya tujuan. Seorang pemimpin harus menguasai baik kemampuan managerial maupun kemampuan teknis dalam bidang usaha yang dipimpinnya.

BEKAL MINIMAL SEORANG PEMIMPIN

Menjadi seorang pemimipin itu tidak mudah. Kalau untuk menjadi pemimpin yang asal-asalan memang tidak dituntut syarat tertentu/minimal. Seorang pemimpin semestinya memiliki bekal-bekal minimal sebagai berikut:

a. Memiliki Kharisma
Menjadi pemimpin itu tidak mudah. Tidak semudah yang dibayangkan orang. Ia harus siap secara intelektual dan moral. Karena ia akan menjadi figur yang diharapkan banyak orang / bawahan. Perilakunya harus menjadi teladan / patut diteladani. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kemampuan diatas kemampuan rata-rata bawahannya. Singkatnya: seorang pemimipin harus mempunyai karisma. Karakteristik pemimpin yang punya karisma adalah:
1. Perilakunya terpuji
2. Jujur dan dapat dipercaya
3. Memegang komitmen
4. Konsisten dengan ucapan
5. Memiliki moral agama yang cukup.

b. Memiliki Keberanian
Tidak lucu bila seorang pemimpin tidak memiliki keberanian. Minimal keberanian berbicara, mengemukakan pendapat, beradu argumentasi dan berani membela kebenaran. Secara lebih khusus keberanian itu ditunjukkan dalam komitmen berani membela yang benar, memegang tegug pada pendirian yang benar, tidak takut gagal, berani ambil resiko, dan berani bertanggungjawab.

c. Memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain
Salah satu ciri bahwa seseorang memiliki jiwa kepemimpinan adalah kemampuannya mempengaruhi seseorang untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dengan kemampuannya berkomunikasi, ia dapat mempengaruhi orang lain. Adapun cara-cara untuk mempengaruhi orang lain antara lain:
1. Membuat orang lain merasa penting
2. Membantu kesulitan orang lain
3. Mengemukakan wawasan dengan cara pandang yang positif
4. Tidak merendahkan orang lain
5. Memiliki kelebihan atau keahlian.

d. Mampu Membuat Strategi
Seorang pemimpin semestinya identik dengan seorang ahli strategi. Maju-mundurnya perusahaan, gagal-berhasilnya suatu organisasi, banyak ditentukan oleh strategi yang dirancang oleh pimpinan perusahaan atau pimpinan organisasi. Adapun kriteria seorang pemimpin yang mampu menyusun strategi:
1. Menguasai medan
2. Memiliki wawasan luas
3. Berpikir cerdas
4. Kreatif dan inovatif
5. Mampu melihat masalah secara komprehensif
6. Mampu menyusun skala prioritas
7. Mampu memprediksi masa depan.

e. Memiliki Moral yang Tinggi
Banyak orang berpendapat bahwa moralitas merupakan ukuran berkualitas atau tidaknya hidup seseorang. Apalagi seorang pemimpin yang akan menjadi panutan. Seorang pemimpin adalah seorang panutan yang secara moral dapat dipertanggungjawabkan. Tanda-tanda seorang pemimpin yang bermoral tinggi:
1. Tidak menyakiti orang lain
2. Menghargai siapa saja
3. Bersikap santun
3. Tidak suka konflik
4. Tidak gegabah
5. Tidak mau memiliki yang bukan haknya
6. Perkataannya terkendali dan penuh perhitungan
7. Perilakunya mampu dijadikan contoh.

f. Mampu menjadi Mediator
Seorang pemimpin yang bijak mampu bertindak adil dan berpikir obyektif. Dua hal tersebut akan menunjang tugas pimpinan untuk menjadi seorang mediator. Syarat seorang mediator meliputi beberapa kriteria:
1. Berpikir positif
2. Setiap ada masalah selalu berada di tengah
3. Memiliki kemampuan melobi
4. Mampu mendudukkan masalah secara proporsional
5. Mampu membedakan kepentingan pribadi dan kepentingan umum.

g. Mampu menjadi Motivator
Hubungan seorang pemimpin dengan motivasi yaitu seorang pemimpin adalah sekaligus seorang motivator. Demikianlah memang seharusnya. Pimpinan adalah titik sentral dan titik awal sebuah langkah akan dimulai. Motivasi akan lahir jika pimpinan menyadari fungsinya sebagai motivator. Tanda-tanda seorang pemimpin menyadari fungsinya sebagai motivator:
1. Memiliki kepedulian kepada orang lain
2. Mampu menjadi pendengar yang baik
3. Mengajak kepada kebaikan
4. Mampu meyakinkan oranglain
5. Berusaha mengerti keinginan orang lain.

h. Memiliki Rasa Humor
Akan lebih mudah seorang pemimpin melaksanakan tugas kepemimpinannya - jika didukang sifat humoris pimpinan - memiliki humor yang tinggi. Kata orang humor lebih penting dari kenaikan gaji. Termasuk kategori pemimpin yang memiliki rasa humor adalah sebagai berikut:
1. Murah senyum
2. Mampu memecahkan kebekuan suasana
3. Mampu menciptakan kalimat yang menyegarkan
4. Kaya akan cerita dan kisah-kisah lucu
5. Mampu menempatkan humor pada situasi yang tepat.

PENUTUP

Dari bandingan-bandingan yang diberikan di atas, tampak betapa tinggi sifat-sifat atau syarat-syarat yang dituntut bagi seorang pemimpin. Di dalam kenyataan memang tidak mudah bagi seorang pemimpin untuk memenuhi sifat-sifat tersebut secara sempurna.

sumber: referensi-kepemimpinan.blogspot.com
Selengkapnya...

LEADERSHIP: KEDEWASAAN MEMIMPIN

Oleh Zainun Mu'tadin, SPsi., MSi.

Istilah adult berasal dari bahasa latin yang diambil dari kata adultus berarti telah tumbuh menjadi kekuatan dan ukuran yang sempurna atau telah menjadi dewasa (Hurlock, 1992). Oleh karena itu seorang yang disebut dewasa adalah individu yang telah siap menerima kedudukan dalam masyarakat. Sedangkan kedewasaan atau kematangan adalah suatu keadaan bergerak maju ke arah kesempurnaan. Kedewasaan bukanlah suatu keadaan yang statis, tetapi merupakan suatu keadaan menjadi.... (a state of becoming).
Meski tidak ada seorangpun yang sanggup untuk bertindak dan bereaksi terhadap semua situasi dan semua aspek-aspek kehidupan, dengan kedewasaan yang penuh.

Tapi bagaimanapun juga, dalam dunia kerja seorang pimpinan akan dituntut untuk menangani permasalahan-permasalahan secara lebih dewasa. Oleh karena itu, ia setidaknya harus memiliki beberapa ciri yang menunjukkan kedewasaan tersebut. Kesuksesan dan kegagalan seseorang untuk memimpin dan mengarahkan bawahannya akan sangat tergantung pada kedewasaan sikap dan tindakan yang akan diambilnya. Bagaimana bentuk kedewasaan yang dituntut untuk dimiliki tersebut? Dibawah ini akan diungkapkan beberapa kualitas yang seharusnya dimiliki seorang pimpinan agar ia dianggap dapat bersikap dewasa.

Setiap kualitas yang satu menjadi kewajiban untuk mencapai kualitas yang lainnya, dan menjadi bagian dari diri sang pemimpin dalam menunaikan tugas sebagai seorang yang dianggap sudah dewasa penuh.

Adapun ciri-ciri kedewasaan yang harus dimiliki oleh sorang pemimpin adalah sebagai berikut:

Menghargai Orang Lain
Seorang pimpinan yang baik harus bekerja bersama dengan orang lain. Hal ini berarti bahwa ia harus bekerja dengan kekuatan- kekuatan, kelemahan-kelemahan, kesanggupan, dan kekurangan-kekurangan dari orang lain itu. Jika dia dewasa, dia akan menghargai perbedaan yang ada tersebut dan tidak akan mencoba untuk membentuk orang lain agar sesuai dengan keinginannya sendiri dan tidak memperalat bawahan untuk kepentingannya sendiri. Ia sanggup untuk menerima kenyataan yang ada, bahwa setiap orang memiliki andil terhadap hasil akhir suatu pekerjaan yang dikerjakan secara bersama-sama (teamwork).

Hal ini bukan berarti bahwa seorang pemimpin yang dewasa mempunyai hati yang lemah. Ia menerima orang lain, bukan berarti memanjakan mereka untuk selamanya termasuk jika kekurangan mereka (bawahan) akan mengganggu dan mempengaruhi tujuan secara keseluruhan. Seorang pimpinan yang dewasa harus mampu memberhentikan atau memecat seseorang yang tidak lagi memberikan sumbangan terhadap kemajuan atau kebaikan organisasi. Hal ini penting sebab merupakan suatu ketidakadilan bagi perusahaan dan orang lain jika orang yang tidak lagi mampu memberikan kontribusi masih tetap dipertahankan.

Sabar
Pemimpin yang dewasa dapat belajar menerima kenyataan bahwa untuk beberapa permasalahan memang tidak ada penyelesaian atau pemecahan yang mudah. Ia tidak akan dengan mudah menerima pemecahan masalah pertama yang disarankan. Ia akan menghargai fakta dan akan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi sebelum memberi saran pemecahan. Bukan saja ia bersedia sabar, tetapi ia tahu benar perlunya beberapa alternatif untuk mengambil suatu keputusan dalam pemecahan masalah.

Penuh Daya Tahan
Semua mahluk hidup pasti pernah mengalami sakit, kesulitan dan kekecewaan. Begitupun dengan seorang pemimpin tidak akan pernah luput dari permasalahan seperti itu. Biarpun demikian seorang pemimpin yang dewasa akan bangkit lagi dan sehat lagi setelah diterpa kemalangan yang bertubi-tubi dengan harapan dan daya tahan yang dimilikinya. Ia akan berusaha jujur dan tidak akan berpura-pura semua keadaan baik-baik saja. Ia menerima kenyataan bahwa rasa sakit harus dipikul, kesalahan-kesalahan diperbaiki dan ia tidak akan membuang waktu untuk menyesali dan meratapi kesalahan yang sudah berlalu. Kegagalan akan meremukan dan menghancurkan orang yang lemah, sedangkan seorang dengan kepribadian dewasa akan mengambilnya sebagai pelajaran dari pengalaman yang sangat berharga.

Sanggup Mengambil Keputusan
Orang yang dewasa, disamping kesabaran dan ketabahannya untuk mencari pemecahan masalah, juga harus mampu untuk mengambil suatu keputusan, walaupun hanya menggunakan data atau informasi yang sangat minim, kurang lengkap atau masih kabur. Setelah menimbang fakta yang ada, ia akan segera menyadari bahwa dalam suatu waktu suatu tidakan harus segera diambil. Dengan menyadarkan dirinya terhadap keyakinan dirinya dan terhadap orang-orang disekitarnya ia harus sanggup untuk mengambil dan memikul resiko yang sudah diperhitungkan olehnya.

Peter Drucker pernah menyatakan bahwa masa depan tidak pernah ada kepastian, tetapi hanya ada kemungkinan-kemungkinan. Seorang pemimpin yang dewasa harus belajar menerima hal ini. Ia harus mampu untuk membuat keputusan-keputusan berdasarkan perkiraan-perkiraan atau kemungkinan-kemungkinan terbaik yang dapat diperoleh, sebab ia tahu jika menunggu untuk memperoleh kepastian yang menyeluruh maka keputusan yang diambil mungkin sudah terlambat.

Menyenangi Pekerjaan
Seseorang yang memiliki emosi yang sehat atau memiliki kepribadian dewasa akan mengetahui bagaimana menikmati pekerjaannya. Apapun jenis pekerjaannya seseorang yang dianggap dewasa akan jarang bermalas-malasan. Ia mengetahui bagaimana menemukan kepuasan dalam melakukan tugas dengan baik dan ia merasa bangga melaksanakan tugas tersebut. Para pemimpin yang dewasa akan memperoleh kepuasan dalam menangani suatu pekerjaan dan tidak menggagap pekerjaan sebagai beban hidup.

Bagi seorang yang berkepribadian dewasa pekerjaan sangat perlu untuk kelangsungan hidupnya sebagai seorang individu. Pekerjaan merupakan jalan bagi dirinya untuk mengungkapkan dirinya (aktualisasi diri). Dengan bekerja dirinya akan merasa terjamin untuk tidak berkubang dengan kecemasan-kecemasan dan permasalahan-permasalahan dirinya sendiri.

Menerima Tanggung Jawab
Orang yang tidak dewasa akan mengeluh dan menyesal tentang kegagalan yang mereka alami. Mereka akan merasa bahwa kegagalan yang mereka alami merupakan kesalahan orang lain dan nasib baik sedang menjauhi mereka. Untuk menghindari kegagalan, mereka cenderung untuk tidak menerima tanggung jawab. Sebaliknya bagi mereka yang berkepribadian dewasa segala kesuksesan dan kegagalan merupakan tanggungjawab diri sendiri. Mereka menyadari bahwa setiap orang memerlukan ketabahan dan kekuatan serta tempat berlindung pada saat-saat sulit, dan yang bertanggung jawab untuk menangani hal tersebut adalah diri sendiri.

Percaya pada orang lain/kekuatan lain seperti dukun, pimpinan, nasib baik, dll, untuk memecahkan masalah merupakan suatu tanda ketidakdewasaan. Kepercayaan terhadap kekuatan diri sendiri dan berani menerima tanggung jawab dalam kehidupan sangat penting untuk menimbulkan rasa aman dan kebahagiaan.

Percaya Pada Diri Sendiri
Seorang pimpinan yang dewasa akan menyambut baik partisipasi orang lain, walaupun menyangkut pengambilan keputusan yang sulit. Hal tersebut terjadi karena mereka sangat yakin dan percaya terhadap kemampuan mereka sendiri sehingga tidak ada rasa takut untuk berkompetisi. Mereka akan mudah melihat dan mengenal bahwa orang lain yang memiliki ide-ide dan fikiran yang berharga. Bagi mereka kekuatan orang lain hanya akan menjadi ancaman bagi orang yang tidak merasa aman, dan yang tidak ada kepercayaan terhadap dirinya sendiri.

Seorang pimpinan yang dewasa akan memperoleh kepuasan berdasarkan prestasi yang dilakukan oleh bawahannya. Ia akan merasa bangga dalam keyakinan dan kesadaran bahwa bawahannya adalah tanggung jawabnya. Sebaliknya bagi seorang pimpinan yang tidak dewasa akan merasa sebagai suatu hal yang pahit dan menyakitkan apabila diberikan situasi yang serupa.

Memiliki Rasa Humor
Tertawa adalah sehat. Orang yang dewasa atau matang setuju dengan ucapan itu. Namun demikian orang yang dewasa tidak akan membuat orang tertawa dengan cara merugikan atau melukai perasaan orang lain. Mereka juga tidak akan tertawa jika orang lain dalam keadaan susah atau terluka perasaannya.
Orang yang sehat emosinya akan selalu mengingat bahwa humor itu harus baik sifatnya dan menyebarkan kebahagiaan bagi yang mendengarkannya. Orang yang dewasa akan menggunakan humor bukan sebagai alat pemukul atau menjatuhkan orang lain, tetapi sebagai alat untuk melicinkan suasana dan mengendorkan ketegangan.

Memiliki Kepribadian yang Utuh
Orang yang dewasa, bukanlah orang yang membuang-buang dan menyia-nyiakan energinya dengan memakai dan menggerakkan seluruh energinya ke berbagai arah yang tidak menentu, bahkan sering bertentangan arah. Pada umumnya mereka adalah orang yang teratur dan sudah terorganisir serta dapat menangani problemnya dengan efektif. Mereka bukan orang yang mudah beralih perhatian atau menyimpang dari rencana oleh karena keinginan-keinginan yang muncul dengan tiba-tiba, tetapi mereka dapat dengan mudah beralih dari kegiatan yang satu ke kegiatan yang lain tanpa kebingunagan dan kekacauan.

Seimbang
Seorang pemimpin yang dewasa akan hidup dalam suatu kehidupan yang seimbang. Ia merasa bangga menjadi bagian dari perusahaan dan tahu persis posisi dan peranannya di dalam perusahaan. Ia pintar menempatkan diri sehingga tidak menyulitkan dirinya dan perusahaan. Ia sanggup untuk bekerja keras dan selalu siap mengatasi tekanan yang diterimanya serta dapat menikmati masa senggangnya dengan baik.

Menerima Diri Sendiri
Para pemimpin yang efektif mempunyai pandangan dan penilaian yang baik terhadap kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. Pada kenyataannya hal ini sangat menentukan kesuksesan seorang pemimpin. Namun hanya pemimpin yang memiliki kedewasaan yang dapat memilih dan mengumpulkan pembantu-pembantu dan orang-orang dekatnya untuk saling menutupi kekurangan dan kelemahan. Karena ia dapat melihat dan menilai diri sendiri dengan baik secara objektif dan realistis, maka ia akan sanggup untuk menggunakan kelebihan dan bakatnya secara efektif. Ia juga akan terbebas dari rasa frustrasi yang mungkin timbul karena kegagalan mencapai suatu hal yang diluar kemampuan dirinya.

Memiliki Prinsip yang Kuat
Banyak pemimpin yang sungguh-sungguh melihat perusahaan sebagai suatu mahluk hidup yang harus dijaga dan dipelihara. Mereka memandang dirinya sebagai pengawal bagi keselamatan dan kebaikan perusahaan. Mereka menganggap dirinya berperan sebagai pengasuh dan pelindung perusahaan yang kemudian meneruskan dan menyerahkan pengawalan dan fungsi mengasuh tersebut kepada penerusnya.
Hal tersebut pula yang menjelaskan mengapa pemimpin tidak akan segan-segan untuk bersikap keras dan tegas dalam menghadapi orang lain bila menyangkut keselamatan dan kelangsungan hidup perusahaan. Mereka memegang teguh prinsip-prinsip yang telah ditanamkan dalam perusahaan dan tidak akan kenal kata menyerah jika dihadapkan paa soal hidup matinya perusahaan.

sumber: referensi-kepemimpinan.blogspot.com
Selengkapnya...

LEADERSHIP: TEORI KEPEMIMPINAN

Kreiner menyatakan bahwa leadership adalah proses mempengaruhi orang lain yang mana seorang pemimpin mengajak anak buahnya secara sekarela berpartisipasi guna mencapai tujuan organisasi.

Sedangkan Hersey menambahkan bahwa leadership adalah usaha untuk mempengaruhi individual lain atau kelompok. Seorang pemimpin harus memadukan unsur kekuatan diri, wewenang yang dimiliki, ciri kepribadian dan kemampuan sosial untuk bisa mempengaruhi perilaku orang lain.

Genetic Theory

Pemimpin adalah dilahirkan dengan membawa sifat-sifat kepemimpinan dan tidak perlu belajar lagi. Sifat utama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya.

Traits theory

Teori ini menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan tergantung pada karakter pemimpinnya. Sifat-sifat yang dimiliki antara lain kepribadian, keunggulan fisik, dan kemampuan sosial. Karakter yang harus dimiliki seseorang manurut judith R. Gordon mencakup kemampuan istimewa dalam:
- Kemampuan Intelektual
- Kematangan Pribadi
- Pendidikan
- Statuts Sosial Ekonomi
- Human Relation
- Motivasi Intrinsik
- Dorongan untuk maju

Ronggowarsito menyebutkan seorang pemimpin harus memiliki astabrata, yakni delapan sifat unggul yang dikaitkan dengan sifat alam seperti tanah, api, angin, angkasa, bulan, matahari, bintang.

Behavioral Theory

Karena ketyerbatasan peramalan efektivitas kepemimpinan melalui trait, para peneliti mulai mengembangkan pemikiran untuk meneliti perilaku pemimpin sebagai cara untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Konsepnya beralih dari siapa yang memiliki memimpin ke bagaimana perilaku seorang untuk memimpin secara efektif.

a. Authoritarian, Democratic & Laissez Faire
Penelitian ini dilakukan oleh Lewin, White & Lippit pada tahun 1930 an. Mereka mengemukakan 3 tipe perilaku pemimpin, yaitu authoritarian yang menerapkan kepemimpinan otoriter, democratic yang mengikut sertakan bawahannya dan Laissez - Faire yang menyerahkan kekuasaannya pada bawahannya.

b. Continuum of Leadership behavior.
Robert Tannenbaum dan Warren H Schmidt memperkenalkan continnum of leadership yang menjelaskan pembagian kekuasaan pemimpin dan bawahannya. Continuum membagi 7 daerah mulai dari otoriter sd laissez - faire dengan titik dengan demokratis.

c. Teori Employee Oriented and Task Oriented Leadership - Leadership style matrix.
Konsep ini membahas dua orientasi kepemimpinan yaitu
- Kepemimpinan yang berorientasi pada pekerjaan dimana perilaku pemimpinnya dalam penyelesaiannya tugasnya memberikan tugas, mengatur pelaksanaan, mengawasi dan mengevaluasi kinerja bawahan sebagai hasil pelaksanaan tugas.
- Kepemimpinan yang berorientasi pada pegawai akan ditandai dengan perilaku pemimpinnya yang memandang penting hubungan baik dan manusiawi dengan bawahannya.

Pembahasan model ini dikembangkan oleh ahli psikologi industri dari Ohio State University dan Universitas of Michigan. Kelompok Ohio mengungkapkan dua dimensi kepemimpinan, yaitu initiating structure yang berorientasi pada tugas dan consideration yang berorientasi pada manusia. Sedangkan kelompok Michigan memakai istilah job-centered dan employee-centered.

d. The Managerial Grid
Teori ini diperkenalkan oleh Robert R.Blake dan Jane Srygley Mouton dengan melakukan adaptasi dan pengembangan data penelitian kelompok Ohio dan Michigan.

Blake & Mouton mengembangkan matriks yang memfokuskan pada penggambaran lima gaya kepemimpinan sesuai denan lokasinya.

Dari teori-teori diatas dapatlah disimpulkan bahwa behavioral theory memiliki karakteristik antara lain:
- Kepemimpinan memiliki paling tidak dua dimensi yang lebih kompleks dibanding teori pendahulunya yaitu genetik dan trait.
- Gaya kepemimpinan lebih fleksibel; pemimpin dapat mengganti atau memodifikasi orientasi tugas atau pada manusianya sesuai kebutuhan.
- Gaya kepemimpinan tidak gifted tetapi dapat dipelajari
- Tidak ada satupun gaya yang paling benar, efektivitas kepemimpinan tergantung pada kebutuhan dan situasi

Situational Leadership

Pengembangan teori ini merupakan penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan teori yang ada sebelumnya. Dasarnya adalah teori contingensi dimana pemimpin efektif akan melakukan diagnose situasi, memilih gaya kepemimpinan yang efektif dan menerapkan secara tepat.

Empat dimensi situasi secara dinamis akan memberikan pengaruh terhadap kepemimpinan seseorang.
- Kemampuan manajerial : kemampuan ini meliputi kemampuan sosial, pengalaman, motivasi dan penelitian terhadap reward yang disediakan oleh perusahaan.
- Karakteristik pekerjaan : tugas yang penuh tantangan akan membuat seseorang lebih bersemangat, tingkat kerjasama kelompok berpengaruh efektivitas pemimpinnya.
- Karakteristik organisasi : budaya organisasi, kebijakan, birokrasi merupakan faktor yang berpengaruh pada efektivitas pemimpinnya.
- Karakteristik pekerja : kepribadian, kebutuhan, ketrampilan, pengalaman bawahan akan berpengaruh pada gaya memimpinnya.

a. Fiedler Contingency model
Model ini menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang paling efektif tergantung pada situasi yang dihadapi dan perubahan gaya bukan merupakan suatu hal yang sulit.
Fiedler memperkenalkan tiga variabel yaitu:
- task structure : keadaan tugas yang dihadapi apakah structured task atau unstructured task
- leader-member relationship : hubungan antara pimpinan dengan bawahan, apakah kuat (saling percaya, saling menghargai) atau lemah.
- Position power : ukuran aktual seorang pemimpin, ada beberapa power yaitu:

-> legitimate power : adanya kekuatan legal pemimpin
-> reward power : kekuatan yang berasal imbalan yang diberikan pimpinan
-> coercive power : kekuatan pemimpin dalam memberikan ancaman
-> expert power : kekuatan yang muncul karena keahlian pemimpinnya
-> referent power : kekuatan yang muncul karena bawahan menyukai pemimpinnya
-> information power : pemimpin mempunyai informasi yang lebih dari bawahannya.

b. Model kepemimpinan situasional 'Life Cycle'

Harsey & Blanchard mengembangkan model kepemimpinan situasional efektif dengan memadukan tingkat kematangan anak buah dengan pola perilaku yang dimiliki pimpinannya.

Ada 4 tingkat kematangan bawahan, yaitu:
- M 1 : bawahan tidak mampu dan tidak mau atau tidak ada keyakinan
- M 2 : bawahan tidak mampu tetapi memiliki kemauan dan keyakinan bahwa ia bisa
- M 3 : bawahan mampu tetapi tidak mempunyai kemauan dan tidak yakin
- M 4 : bawahan mampu dan memiliki kemauan dan keyakinan untuk menyelesaikan tugas.

Ada 4 gaya yang efektif untuk diterapkan yaitu:
- Gaya 1 : telling, pemimpin memberi instruksi dan mengawasi pelaksanaan tugas dan kinerja anak buahnya.
- Gaya 2 : selling, pemimpin menjelaskan keputusannya dan membuka kesempatan untuk bertanya bila kurang jelas.
- Gaya 3 : participating, pemimpin memberikan kesempatan untuk menyampaikan ide-ide sebagai dasar pengambilan keputusan.
- Gaya 4 : delegating, pemimpin melimpahkan keputusan dan pelaksanaan tugas kepada bawahannya.

Transformational Leadership

Robert house menyampaikan teorinya bahwa kepemimpinan yang efektif menggunakan dominasi, memiliki keyakinan diri, mempengaruhi dan menampilkan moralitas tinggi untuk meningkatkan karismatiknya. Dengan kharismanya pemimpin transformational akan menantang bawahannya untuk melahirkan karya istimewa.

Langkah yang dilaksanakan pemimpin ini biasanya membicarakan dengan pengikutnya bagaimana pentingnya kinerja mereka, bagaimana bangga dan yakinnya mereka sebagai anggota kelompok, bagaimana istimewanya kelompok yang akan menghasilkan karya luar biasa.

Beberapa contoh pemimpin transformational Lee Lacoca, Jack Welch.
Selengkapnya...