Tampilkan postingan dengan label perkawinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perkawinan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Juli 2010

SETELAH PERKAWINAN

Apa yang terjadi setelah perkawinan? Selamat nak, kau telah memasuki dunia yang berbeda dengan dunia lajangmu. Pada hari pertama perkawinanmu, kau akan menyesali masa lajangmu yang berlalu dengan sia-sia. Dan dengan hadirnya orang asing dalam hidupmu kau akan merasakan suatu keindahan dan kenikmatan yang tak pernah kau rasakan ketika lajangmu. Bulan-bulan pertama perkawinanmu itu terasa begitu indah, syahdu dan penuh dengan romantisme. bahkan Segala kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan pasanganmu tidak begitu terasa mengganggu.

Tapi memasuki bulan setelah bulan madu maka kau akan mulai memperhatikan perbedaan-perbedaan pasanganmu tersebut, kau mulai merasa terganggu dengan perbedaan atau sifat-sifatnya yang tidak sesuai dengan keinginanmu. Pada saat itulah mulai ada pertengkaran-pertengkaran kecil. Tapi itu biasa nak, selama kau dan pasanganmu tidak memperbesar masalah kalian, maka pertengkaran itu akan menjadi bumbu penyedap dalam kehidupan kalian.

Tapi pada suatu saat, ketika perbedaan-perbedaan diantara kalian tidak bisa ditautkan maka apa yang harus kalian lakukan. Saran ayah.

Pertama, kau harus tahu bahwa kau adalah manusia dan pasanganmu adalah manusia juga. Artinya bahwa sebagai manusia kau harus menyadari bahwa setiap orang punya sisi baik dan sisi buruk.

Kedua, agar kau tetap bisa mencintai istrimu maka lihatlah sisi baik yang ada padanya, dan jadikan sisi buruknya pelajaran bagimu bahwa manusia memang benar-benar tidak sempurna, maka kaulah yang akan melengkapi sisi yang kau anggap sebagai kekurangan dari pasanganmu tersebut. dengan demikian kau akan mudah memaafkan segala kesalahan yang dilakukan oleh pasanganmu karena bisa jadi pasanganmu pun akan berpikir sepertimu.

Sekarang mari kita sama-sama merenungi, mengapa rumah tangga seseorang bisa jadi hancur berantakan. Kalau kita amati sepertinya tidak ada yang salah pada mereka, karena sang suami ganteng dan sang istri cantik, bahkan mereka tinggal di rumah gedongan pula. Rasanya tak ada yang kurang dari mereka? Mengapa rumah tangga mereka bisa hancur berantakan?

Anak, Kalau maulah kita mengamati dan merenungkan bahwa sesungguhnya yang ada pada mereka adalah perasaan kurang menghargai dengan apa yang ada pada pasangan hidupnya tersebut, suatu perasaan dimana pasangan ini tidak bisa menerima apa yang jadi kekurangan dari pasangannya dan pasangan tersebut juga tidak bisa menerima alasan mengapa ia harus berubah.

Anak, Sering kita lupa bahwa suara yang pertama sekali kita dengar adalah suara pasangan kita, keluarga kita. Bahwa orang yang pertama kita nafkahi adalah pasangan kita, anak-anak kita. Bahwa yang pertama kali kita bela adalah pasangan kita, keluarga kita. Dan orang yang pertama kali kita percayai adalah pasangan kita, keluarga kita.

Tapi, dalam hidup kita sering melihat kalau dalam dunia nyata sering terjadi hal-hal yang sebaliknya. Kita lebih mendengarkan suara orang daripada suara pasangan kita. Kita lebih membela kepentingan orang lain dari pada kepentingan pasangan kita. Dan kita lebih mempercayai mulut orang lain dari pada mulut pasangan kita. Kalau demikian kejadiannya maka bersiap-siaplah rumah tangga kalian menuju kehancurannya.

Anakku, Jangan sekali-kali orang ketiga masuk dan mencampuri urusan rumah tangga kalian, kecuali kalian telah sepakat bahwa orang tersebut bisa dipersilahkan masuk membantu menengahi permasalahan kalian. Tidak wajar rasanya nak, kalau orang satu kampung tahu dengan permasalahan keluarga mu.

Dan yang lebih penting lagi jangan sampai persoalan-persoalan sampai keluar dari kamar tidur kalian. Usahakanlah dalam setiap persoalan di selesai di atas tempat tidur. Karena tidak ada negosiasi yang paling mudah penyelesaiannya kecuali di tempat tidur.

Anak, kalau kau menikahi seorang wanita, maka jangan kau jadikan ia hanya sebagai seorang istri, karena ketika kau menjadikan ia sebagai istri kau hanya melihat hak dan kewajiban. Dalam perkawinan banyak terdapat keindahan-keindahan kalau kau bisa menjadikan perkawinan itu sebagai alat untuk mengekalkan sebuah hubungan. Jadikan istrimu sebagai teman ketika kau ingin curhat padanya. Jadikan ia sebagai seorang pacar ketika kau ingin jalan-jalan dengannya. Dan jadikan ia sebagai kekasih ketika kau ingin bermesraan dengannya.
Tapi jangan jadikan ia sansak ketika kau marah padanya.

(Dari tulisan "KEPADA ANAK-ANAKKU; SEBUAH RENUNGAN TENTANG HIDUP" Oleh Abu Umar Abdul Aziz)
Selengkapnya...

Kamis, 24 Juni 2010

MEMAHAMI POLIGAMI II

Anakku, ketahuilah. Poligami adalah aturan dalam syariat Islam yang banyak mendapat kecaman dari para kaum feminisme dan dari orang-orang diluar islam terutama oleh para orientalis.

Berkata berkata Gustaf Le Bon,” Kami tidak pernah mengetahui adanya kebencian dan celaan orang Eropa terhadap peraturan apapun seperti celaan mereka terhadap poligami… kami pun tidak menemukan undang-undang yang mereka salahkan seperti peraturan poligami.”

Dalam pemikiran orang-orang nasrani di barat, poligami dianggap sebagai kriminalitas moral kemasyarakatan, penzaliman terhadap wanita, pengabaian terhadap hak-hak kaum wanita dan sarana bagi laki-laki untuk memuaskan hawa nafsunya. Dan pemikiran-pemikiran dari barat ini ditransfer ke dunia islam yang melahirkan gerakan feminisme islam atau gerakan wanita islam kontemporer yang menuntut ditiadakannya poligami atau setidak-tidaknya mempersulit bagi laki-laki yang ingin berpoligami. Pada prinsipnya gerakan feminisme ini berlindung dalam jaringan islam liberal (JIL).

Sebagian dari kaum muslimah kita ketika mereka ditanya mengapa anda tidak rela kalau suami anda berpoligami, sebagian mereka menjawab kalau mereka takut jika suatu saat suami mereka tidak mampu berlaku adil, sehingga sang istri pertama dan anak-anaknya terlantar karena ditinggal oleh sang suami karena kawin lagi.

Ada juga karena terlalu mencintai sang suami, sehingga mereka sangat takut apabila sang suami menikah lagi maka sang suami tidak lagi mencintainya atau cinta sang suami berbagi dengan wanita lain.

Ada juga sebagian dari istri menolak suaminya untuk berpoligami karena egoisme yang tinggi. Mereka mengatakan bahwa suaminya adalah untuknya, mereka tidak mau berbagi malam-malam, serta nafkah yang selama ini penuh mereka dapatkan setiap bulannya, untuk dibagi dua, tiga atau empat. Walaupun mereka tahu kalau ditempat lain ada wanita yang minta segera diselamatkan dari fitnah yang menimpa mereka.

Anakku, meskipun poligami memiliki landasan yang baku dari syariat islam dan sunnah rasulullah, tidaklah mudah bagi wanita untuk menerimanya. Timbulnya pikiran subjektif dikalangan wanita islam terhadap poligami karena dipengaruhi oleh perilaku sebagian pelaku poligami yaitu suka menganiaya dan menelantarkan istri, anak-anaknya dan lain-lain.

Pada dasarnya timbulnya penilaian negatif terhadap poligami sebenarnya lebih banyak disebabkan oleh kelemahan umat islam yang keliru mempraktekkan aturan poligami. Seperti;
- tidak adil dalam memberi nafkah lahir dan batin diantara para istri sehingga menimbulkan kecemburuan diantara para istri.
- Membicarakan kejelekan dan kelebihan seorang istri kepada istri yang lain sehingga menimbulkan perasaan benci kepada sesama madu.
- Masuknya orang ketiga yang berusaha merusak rumah tangga tersebut sehingga walaupun suami telah berusaha untuk berbuat sebaik-baiknya tapi karena masuknya orang ketiga tersebut membuat rumah tangga mereka jadi berantakan.

Pada umumnya karena tiga factor inilah yang membuat wanita takut untuk dipoligami. Dan hal ini juga jadi senjata bagi orientalis dan kaum feminis untuk menyerang syariat islam karena akibat dari salahnya seseorang menerapkan syariat poligami ini adalah banyaknya anak-anak yang terlantar, putusnya hubungan kekeluargaan, serta menimbulkan permusuhan diantara para istri.

Sebagian dari kaum muslimin beranggapan kalau diperbolehkannya syariat poligami ini dengan syarat tertentu, tapi sebenarnya tidaklah demikian. Poligami dalam islam dibolehkan bukan disebabkan karena istri pertama sakit atau mandul. Selama sang suami sanggup memberi nafkah dan berlaku adil kepada istri dan anak-anaknya maka selama itu pula poligami di perbolehkan.

Kita bisa melihat kehidupan Rasulullah bersama Istri-istri beliau. Rasulullah tidak menikahi istri beliau dengan alasan kesehatan atau karena istri tersebut mandul. Demikian juga pernikahan yang dilakukan oleh para shahabat. Muhammad Abu Zahrah mengatakan,” Pembatasan-pembatasan poligami berdasarkan syarat tertentu merupakan bid’ah karena tidak pernah terjadi pada jaman Rasulullah, shahabat dan para tabi’in.”

Sebenarnya yang dituntut dari seorang suami yang berpoligami adalah kemampuan untuk berlaku adil. Sesungguhnya Allah Subahna wa Ta’ala berfirman,” Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (Qs. An-Nisa : 3). Para ulama berpendapat makna adil yang dituntut dalam ayat diatas adalah adil dalam masalah materi dan jima’, bukan dalam masalah hati/cinta. Telah kita ketahui kalau Rasulullah adalah seadil-adil manusia, tidak ada seorangpun diantara istri beliau yang merasa dizalimi dalam masalah materi. Tapi beliau tidak bisa menutupi perasaannya kalau ternyata dalam masalah hati ternyata Ummul mukminin Aisyah lebih beliau cintai daripada istri-istri yang lain, beliau berdoa kepada Allah,” Ya Allah, inilah pembagianku terhadap istri-istri yang aku miliki. Maka janganlah engkau cela aku terhadap kekuasaan yang Engkau miliki dan tidak aku miliki.” (Hr. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’I).

Syaikh Bin Baz ketika ditanya hukum poligami apakah mubah atau sunnah maka dijawab beliau bahwa hukum poligami adalah sunnah bagi yang mampu berdasarkan firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 3. juga berdasarkan perbuatan Nabi yang memiliki istri lebih dari satu. Adapun selain beliau tidak boleh lebih dari 4.

Rasulullah berkata,” Kawinlah, sesungguhnya yang paling baik dari ummat ini adalah yang paling banyak wanitanya.” Ibnu Hajjar menafsirkan hadits diatas dengan mengatakan,” Bahwa sebaik-baiknya ummat Muhammad adalah yang banyak istrinya.”

Ibnu Qudamah mengatakan,” Islam mendorong adanya praktik poligami. Poligami bukan hanya dibolehkan, lebih dari itu yaitu disunnahkan.”

Diantara hikmah diperbolehkannya poligami dalam islam adalah:
Kadangkala istri tidak dapat memberikan anak kepada suami disebabkan mandul. Sementara suami sangat ingin memiliki anak, maka jalan satu-satunya adalah istri harus bersedia untuk di poligami.

Adakalanya istri sakit-sakitan atau terlalu tua yang mengakibatkan istri tidak bisa menunaikan kewanjibannya secara sempurna, sementara suami masih kuat. Maka jalan satu-satunya adalah dengan cara poligami.

Adakalanya suami sering bepergian lama di suatu negeri untuk mengurus perdagangannya atau bisnis. Sementara istrinya tidak bisa ikut bersamanya karena mengurus anak atau keperluan lain. Maka jalan satu-satunya untuk menghindari laki-laki tersebut untuk berbuat zina adalah dengan menikahi wanita setempat.

Kadangkala ada di suatu negeri banyak penduduknya yang paham agama atau di sebuah kawasan industri, dimana seorang pemudi muslimah yang terpaksa harus pulang ke negerinya untuk menikah dengan laki-laki yang rusak agamanya atau habis masa kontraknya. Sementara itu para pemuda yang belajar/bekerja di negeri tersebut belum ada yang siap menikah. Maka jalan satu-satunya untuk menyelamatkan agama para pemudi ini adalah dengan cara poligami.

kadangkala ada seorang istri yang suaminya meninggal, sedangkan ia mempunyai banyak anak. Dalam hal ini islam mendorong laki-laki untuk menikahi wanita ini dengan dua sebab; 1] menjaga kesucian wanita tersebut supaya tetap mendapat ketentraman dan ketenangan di rumah. 2] memelihara anak yatim.
Kadangkalanya suami ingin memiliki anak yang banyak, sementara istri tidak dapat lagi memberikan keturunan disebabkan sakit. Maka satu-satunya jalan adalah dengan poligami.

Adakalanya juga seorang suami tidak bisa menggauli istrinya karena buruknya akhlak sang istri. Sering laki-laki seperti ini diam-diam mencari pelarian kepada wanita lain. Untuk menghindari laki-laki ini dari berbuat zina adalah dengan menikah dengan wanita lain.

kadangkala dalam berumah tangga, seorang suami mengalami kejenuhan dan kebosanan karena monoton dalam rumah tangga. Hal ini bukan disebabkan istri yang berakhlak jelek atau hal-hal negative lainnya. Tentunya dalam hal ini ia membutuhkan fariasi yang lain dalam mengelola rumah tangganya, maka pada saat itulah dibutuhkan orang lain yang bisa memberi warna bagi rumah tangganya agar rumah tangga tersebut kembali menemukan warnanya karena adanya variasi dalam mengelola rumah tangganya.

banyaknya jumlah wanita muslimah yang sudah masuk usia pernikahan akan tetapi belum juga mendapatkan suami disebabkan sedikitnya jumlah laki-laki muslim yang siap untuk menikah. Maka dalam hal ini sangat dituntut pengertian dan pengorbanan dari para ummahat agar bersedia untuk berbagi nafkah dan malam-malamnya dengan wanita lain agar muslimah tersebut bisa diselamatkan agamanya.

Inilah diantara hikmah dibolehkannya poligami. Hal seperti inilah yang tak pernah dipikirkan oleh masyarakat barat bahwa poligami ini sanggup mengatasi kerusakan-kerusakan moral yang disebabkan banyaknya wanita-wanita keluar rumah karena disebabkan tidak ada yang mengurus wanita tersebut karena kurangnya jumlah laki-laki dibanding wanita.

Atien Dany berkata,” Sesungguhnya teori peniadaan poligami (monogamy) itu diambil dari agama nasrani yang telah nyata menyembunyikan beberapa kejelekan. Khusus yang nampak pada tiga akibat nyata, yaitu,” pelacuran, perawan tua dan anak-anak yang tidak sah.”

Ketahuilah nak, para orientalis barat dan penganut paham feminisme yang menentang poligami dalam islam, sebenarnya melakukan perkawinan dengan cara lain secara liar, tidak sah dan haram. bahkan perbuatan mereka ini dilindungi oleh undang-undang negara mereka.

Kaum feminisme barat yang paling keras menentang poligami, tapi mereka terang-terangan mendukung perzinaan. Selama perzinaan tersebut dilakukan suka sama suka dan tidak dengan wanita dibawah umur yang mereka namakan dengan free love. Free love adalah hubungan sex yang dilakukan atas dasar saling cinta walaupun orang tersebut tidak diikat dengan tali perkawinan. Jadi seorang pria ataupun seorang wanita walaupun sudah menikah boleh melakukan hubungan sex dengan orang lain selama hal itu dilakukan suka sama suka dan tidak ada unsur paksaan.

Makanya dalam masyarakat barat kita dapati ada beberapa macam perkawinan, antara lain;
The Trial Marriage (kawin percobaan/kumpul kebo) yaitu semacam hubungan suami istri antara seorang laki-laki dengan seorang wanita yang tidak diikat dengan tali perkawinan yang kadang-kadang berlangsung selama bertahun-tahun yang mereka lakukan atas nama persahabatan.

Intercourses Between Group (Hubungan seksual dalam kelompok). Seorang suami yang merelakan istrinya digauli oleh temannya, yang sebagai imbalannya teman tersebut harus merelakan isterinya digauli oleh laki-laki tersebut.

Inseminasi yaitu menyuntikkan sperma laki-laki asing kedalam tubuh seorang wanita dengan harapan dari sperma tersebut akan lahir anak yang berkualitas.

Prostitusi yaitu seorang wanita/laki-laki yang menyewakan tubuhnya untuk dizinai oleh laki-laki/wanita asing untuk waktu yang sebentar.

Inilah yang dicapai oleh emansipasi wanita didalam masyarakat barat, nak. Emansipasi seperti inikah yang sedang ditunggu-tunggu oleh gerakan wanita islam kontemporer ini?

Baiklah ayah sedikit bercerita padamu tentang sebuah kisah nyata di suatu negeri yang menentang poligami ini. Pada paruh abad ke-20, Eropa terlibat dalam dua peperangan yang mengorbankan puluhan juta jiwa pemuda. Pada saat yang sama terdapat pula puluhan juta wanita yang belum pernah kawin. Ada juga wanita yang sudah menikah tapi jadi janda karena suami mereka tewas di medan pertempuran. Sementara itu akan ada sebagian besar wanita ini yang tidak akan berkesempatan menikah karena jumlah laki-laki berkurang. Karena di negara barat poligami itu diharamkan, maka hanya ada tiga pilihan pahit bagi wanita-wanita tersebut;
Melupakan sama sekali keinginan untuk menikah, lalu menjadi biarawati / perawan tua
Menjadi istri simpanan laki-laki yang sudah beristri atau menjadi pelacur.

Dari sensus yang diadakan setelah perang dunia I ditemukan sekitar 10.000.000 wanita tidak bisa bersuami karena banyak pemuda yang tewas di medan tempur. Di Swedia jumlah anak yang tak jelas siapa bapaknya mencapai 10%, di Prancis 50%, (sensus th 1961). Di Prancis orang yang menderita penyakit kelamin mencapai 70%. Dari pembatasan perkawinan ini maka di barat terdapat; 80.000 wanita di London mengorbankan keperawanannya untuk laki-laki lain hanya karena tidak menikah. Mengapa hal ini harus terjadi? Ini semua terjadi karena larangan poligami yang diberlakukan di dunia barat.

Sekarang apa wahai anak, apakah kau tetap pada pendirianmu yang menutup rapat-rapat pintu hatimu untuk poligami ini. Akankah kau berprinsip,”biarkan saja suami saya berselingkuh atau jajan dengan wanita lain, asal secara formal ia tetap milik saya.” Atau dalam bahasa lainnya,” biarkan susunya tumpah dimana-mana asal botolnya tetap di rumah.” Mengerikan sekali.

Atau apakah kalian tahu apabila suami kalian menikah lagi maka ia tidak akan mampu berbuat adil, padahal ini belum terjadi. Apakah kalian mengetahui yang ghaib? ataukah ini hanya angan-angan buruk kalian untuk menolak kebenaran. Apakah kalian diam saja melihat muslimah yang bergelut sendirian mengarungi hidupnya karena ketiadaan suami disisinya. Sementara untuk bisa mempertahankan hidup mereka harus keluar dari rumah mereka. Dan sementara ditempat yang lain, apakah kalian tega melihat saudaramu yang memilih hidup tanpa suami hanya karena ingin menyelamatkan agamanya. Karena kalau hidup dengan suami yang tidak tahu ketaatannya kepada agama dia khawatir agama wanita ini tidak bisa diselamatkan.

Maka sekarang adalah menjadi kewajibanmu nak, untuk membuktikan kepada para orientalis, kaum feminisme dan terutama kepada istri-istri kalian bahwa jika kalian berpoligami ia tidaklah sejelek apa yang mereka bayangkan, tapi ia adalah solusi terhadap kerusakan moral yang ada pada saat ini. Janganlah kalian jadikan poligami hanya sekedar alat untuk memuaskan libido saja, jadikanlah ia sebagai sarana untuk memperoleh pahala dan ridho Allah. Renungkanlah ucapan seorang pemikir islam yang berkata,” Kebenaran Islam Terhijab (terhalang) Oleh kesalahan ummatnya.” Maka kewajibanmu lah untuk membuka hijab yang selama ini menutupi hati-hati para isteri, sehingga mereka bisa melihat hakekat kebenaran dari keraguan yang menghalangi hati-hati mereka selama ini. Bagaimana?
Selengkapnya...

SETELAH PERKAWINAN

Apa yang terjadi setelah perkawinan? Selamat nak, kau telah memasuki dunia yang berbeda dengan dunia lajangmu. Pada hari pertama perkawinanmu, kau akan menyesali masa lajangmu yang berlalu dengan sia-sia. Dan dengan hadirnya orang asing dalam hidupmu kau akan merasakan suatu keindahan dan kenikmatan yang tak pernah kau rasakan ketika lajangmu. Bulan-bulan pertama perkawinanmu itu terasa begitu indah, syahdu dan penuh dengan romantisme. bahkan Segala kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan pasanganmu tidak begitu terasa mengganggu.

Tapi memasuki bulan setelah bulan madu maka kau akan mulai memperhatikan perbedaan-perbedaan pasanganmu tersebut, kau mulai merasa terganggu dengan perbedaan atau sifat-sifatnya yang tidak sesuai dengan keinginanmu. Pada saat itulah mulai ada pertengkaran-pertengkaran kecil. Tapi itu biasa nak, selama kau dan pasanganmu tidak memperbesar masalah kalian, maka pertengkaran itu akan menjadi bumbu penyedap dalam kehidupan kalian.

Tapi pada suatu saat, ketika perbedaan-perbedaan diantara kalian tidak bisa ditautkan maka apa yang harus kalian lakukan. Saran ayah.

Pertama, kau harus tahu bahwa kau adalah manusia dan pasanganmu adalah manusia juga. Artinya bahwa sebagai manusia kau harus menyadari bahwa setiap orang punya sisi baik dan sisi buruk.

Kedua, agar kau tetap bisa mencintai istrimu maka lihatlah sisi baik yang ada padanya, dan jadikan sisi buruknya pelajaran bagimu bahwa manusia memang benar-benar tidak sempurna, maka kaulah yang akan melengkapi sisi yang kau anggap sebagai kekurangan dari pasanganmu tersebut. dengan demikian kau akan mudah memaafkan segala kesalahan yang dilakukan oleh pasanganmu karena bisa jadi pasanganmu pun akan berpikir sepertimu.

Sekarang mari kita sama-sama merenungi, mengapa rumah tangga seseorang bisa jadi hancur berantakan. Kalau kita amati sepertinya tidak ada yang salah pada mereka, karena sang suami ganteng dan sang istri cantik, bahkan mereka tinggal di rumah gedongan pula. Rasanya tak ada yang kurang dari mereka? Mengapa rumah tangga mereka bisa hancur berantakan?

Anak, Kalau maulah kita mengamati dan merenungkan bahwa sesungguhnya yang ada pada mereka adalah perasaan kurang menghargai dengan apa yang ada pada pasangan hidupnya tersebut, suatu perasaan dimana pasangan ini tidak bisa menerima apa yang jadi kekurangan dari pasangannya dan pasangan tersebut juga tidak bisa menerima alasan mengapa ia harus berubah.

Anak, Sering kita lupa bahwa suara yang pertama sekali kita dengar adalah suara pasangan kita, keluarga kita. Bahwa orang yang pertama kita nafkahi adalah pasangan kita, anak-anak kita. Bahwa yang pertama kali kita bela adalah pasangan kita, keluarga kita. Dan orang yang pertama kali kita percayai adalah pasangan kita, keluarga kita.

Tapi, dalam hidup kita sering melihat kalau dalam dunia nyata sering terjadi hal-hal yang sebaliknya. Kita lebih mendengarkan suara orang daripada suara pasangan kita. Kita lebih membela kepentingan orang lain dari pada kepentingan pasangan kita. Dan kita lebih mempercayai mulut orang lain dari pada mulut pasangan kita. Kalau demikian kejadiannya maka bersiap-siaplah rumah tangga kalian menuju kehancurannya.

Anakku, Jangan sekali-kali orang ketiga masuk dan mencampuri urusan rumah tangga kalian, kecuali kalian telah sepakat bahwa orang tersebut bisa dipersilahkan masuk membantu menengahi permasalahan kalian. Tidak wajar rasanya nak, kalau orang satu kampung tahu dengan permasalahan keluarga mu.

Dan yang lebih penting lagi jangan sampai persoalan-persoalan sampai keluar dari kamar tidur kalian. Usahakanlah dalam setiap persoalan di selesai di atas tempat tidur. Karena tidak ada negosiasi yang paling mudah penyelesaiannya kecuali di tempat tidur.

Anak, kalau kau menikahi seorang wanita, maka jangan kau jadikan ia hanya sebagai seorang istri, karena ketika kau menjadikan ia sebagai istri kau hanya melihat hak dan kewajiban. Dalam perkawinan banyak terdapat keindahan-keindahan kalau kau bisa menjadikan perkawinan itu sebagai alat untuk mengekalkan sebuah hubungan. Jadikan istrimu sebagai teman ketika kau ingin curhat padanya. Jadikan ia sebagai seorang pacar ketika kau ingin makan di luar dengannya. Dan jadikan ia sebagai kekasih ketika kau ingin bermesraan dengannya.

Dari tulisan "SURAT UNTUK ANAKKU; SEBUAH RENUNGAN TENTANG HIDUP" Oleh Abu Umar Abdul Aziz
Selengkapnya...

TENTANG PERKAWINAN

Apa pendapatmu tentang perkawinan nak? Mungkin kau berpikir bahwa kau harus menikah karena semua temanmu sudah menikah. Tapi apa sebenarnya perkawinan itu? Perkawinan hendaknya kau pandang sebagai suatu komitmen yang sungguh-sungguh. Si A menikah, si B pun menikah dan si C juga menikah. Tapi mengapa pernikahan itu terkesan berbeda, padahal mereka sama-sama menikah.

Inilah jawabannya nak. Pada hakekatnya walaupun perkawinan itu sama, akan tetapi tidak memiliki keberhasilan yang sama, hal ini tak lain disebabkan oleh tujuan, definisi dan pemahaman dari seseorang untuk menikah.

Anak, Ada orang yang menikah dengan alasan ekonomi, maka tujuan dari perkawinan tersebut adalah atas dasar ekonomi. Maka kau bisa melihat orang yang ekononomic oriented ini, selama sang suami atau pasangannya masih bisa memenuhi seluruh kebutuhan ekonominya, maka perkawinan itu akan berjalan lancar. Tapi kalau tidak seperti yang diharapkan maka akan berlaku pepatah, “ada uang abang jadi yayang, kalau tak ada uang selamat tinggal ya, sayang.”

Ada juga orang yang menikah karena takut tidak menikah, akhirnya tanpa pandang bulu dia akan menerima siapa saja laki-laki yang pertama kali datang melamarnya, akhir dari perkawinan ini biasanya berakhir dalam kekecewaan yang berkepanjangan, karena banyak hal-hal yang tidak terduga terdapat dalam sebuah perkawinan.

Perkawinan itu ibarat belantara yang belum pernah dimasuki nak, kau harus mengenal karakter dan watak dari calon pasanganmu tersebut sebelum kau memulai hidup dengannya. Bagaimana kau bisa mengetahui baik atau jelek watak seseorang, sementara kau tidak mengetahui apapun tentang dia yang datang melamarmu, bagaimana sikapnya terhadap keluarganya, siapa yang merekomendasikannya dan lainnya yang memberikan gambaran jelas tentang calon pasanganmu tersebut.
D
an jangan sekali-kali kau menikahi seseorang karena kasihan, nak. Karena pernikahan yang didasarkan atas dasar kasihan tak akan bertahan lama. Kau akan menyimpan perasaan tak puas, karena sebenarnya apa yang kau harapkan pada pasanganmu tersebut tak kau dapat kan, bahkan amat bertentangan dengan apa yang dulu kau idam-idamkan. Maka perkawinan ini akan rapuh dan sangat rapuh nak. Maka hati-hatilah kau dari menikahi seseorang karena kau kasihan kepadanya, kecuali jika kau merasa yakin jika suatu saat bisa mencintainya.

Banyak juga orang yang menikah atas dasar agama, nak. Ini adalah sebaik-baik perkawinan. Tapi ini sulit anakku, sulit karena komitmen terhadap agama ini, adalah kau siap dengan apapun resiko yang harus kau hadapi. Kau harus siap berhadapan dengan keluargamu, tetangga dan orang tidak sepaham denganmu Kau harus siap miskin, harus siap dicemooh dan harus siap dengan pemecatan dan kesempitan rezeki karena banyak hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang bertentangan dengan apa kalian harapkan dari hidupmu. Maka ayah akan menjadi pendukungmu nomor satu, nak. Apapun usaha yang akan kau lakukan untuk mendapatkan dia yang telah bersedia hidup bersamamu untuk menempuh bahtera rumah tangga demi untuk melengkapi syariat agama ini, ayah akan berusaha dengan seluruh kemampuan ayah untuk membantumu, nak. Jika saat itu tiba dan ayah masih bersamamu.

Anakku, walaupun pada dasarnya perkawinan itu pada pengertian tertentu adalah daya tarik alami antara seorang pria dan wanita, akan tetapi ikatannyalah yang menentukan. Perkawinan bukanlah suatu program yang terdapat dalam komputer, ia bukanlah suatu yang terjadi secara otomatis.

Tapi ia adalah suatu yang harus dipikirkan, diperjuangkan dan dilaksanakan secara matang. Ganjaran dari mereka yang tidak memikirkan pernikahan dengan seksama, yang tidak memandangnya sebagai komitmen yang sungguh-sungguh sebagai suatu bagian dari hidupnya adalah perceraian, emosi yang tercabik-cabik dan acapkali pula terkurasnya keuangan. Dan yang lebih parah lagi dari perkawinan itu adalah bila membuahkan anak-anak. Maka dari perkawinan yang gagal ini bukan hanya merusak kehidupanmu dan wanita yang telah kamu nikahi akan tetapi kau juga merusak kehidupan orang lain, orang yang telah diamanahkan Allah kepadamu. Hancurnya perkawinan jelas akan menimbulkan luka yang membekas bagi anak-anakmu.

Sekarang apa yang kau harapkan dari perkawinan? Ketenangan, kebahagiaan, harta, harga diri, kemuliaan, cinta atau semuanya. Banyak alasan seseorang untuk menikah, nak. Dan banyak pula alasan untuk bercerai. Tapi untuk menghindari perceraian itu maka kau harus membuat suatu komitmen dengan calon pasanganmu sebelum kalian memasuki gerbang pernikahan. Karena dengan komitmen inilah kalian akan menentukan arah perkawinan kalian. Dan dengan komitmen ini pulalah kalian akan mengakhirinya.
Menurutmu karakter yang bagaimana yang kau harapkan dari istrimu? Mungkin kau bingung seperti apa istri yang kau idam-idamkan, baiklah kiranya kau baca nasehat ayah ini nak.

Pilihlah wanita yang mempunyai pribadi yang hangat dan menyenangkan, amatilah apakah ia mempunyai kecenderungan yang kejam dan pencemburu, sebab dikemudian hari sifat seperti ini bisa menjadi malapetaka. Sifat menggunjingkan orang perlu dielakkan, sifat tamak perlu dihindari seperti kau menghindari wabah.

Karena sebagian besar waktumu akan kau habiskan untuk memandang istrimu, maka ayah harap ia juga memiliki paras yang lumayan. Walaupun kata orang bahwa kecantikan itu hanya sebatas kulit. Tapi alangkah menyenangkan kalau ketika kau bangun tidur dengan seorang wanita cantik disampingmu, apalagi bila dibarengi dengan akhlaknya yang juga cantik.

Tapi demi kebaikan-mu yang lebih penting lagi hendaknya wanita yang hendak kau nikahi tersebut adalah wanita yang bijaksana, tegar, penuh pengertian dan jujur. Bahwa ia baik dan pemurah, yang menaruh perhatian terhadap kepada hal-hal seperti nilai-nilai dan tata cara berpikir dan berakhlak islami, serta bisa pula apabila bicara menyangkut pembicaraan-pembicaraan yang menarik. Dan bahwa ia peka terhadap kesenangan dan kemarahanmu. Tapi diatas segalanya, sebagai teman hidup, saya berharap ia mempunyai kapasitas untuk saling memberi dan menerima denganmu.

Anakku, jangan melihat wanita hanya karena wajah dan kelincahannya saja. Agar perkawinanmu langgeng, maka hendaklah kau mencari wanita dengan kualitas yang langgeng pula seperti intelegensia dan integritas, sesuatu yang kadang disebut kelas.
Jika perkawinanmu itu adalah perkawinan yang baik. Maka ia akan bisa mengangkatmu ke puncak prestasi lebih dari seperti yang engkau bayangkan. Tak ada yang lebih berat daripada menyesuaikan diri dengan semangat seorang isteri yang baik, yang mencoba mengangkat harkat dan martabat suaminya di dunia ini.

Perlu juga dipertimbangkan apakah ia isteri yang pandai memasak (wah, banyak juga akhwat yang mereka sangat aktif berdakwah tapi ternyata tidak pandai mengurus dapur), gesit (tidak pemalas), bersih (kau tidak perlu merasa harus tiap hari menutup hidung karena ia malas mandi atau bersin-bersin karena rumah yang jarang dibersihkan), rajin, penuh humor (oh, ini adalah bonus). Tapi walaupun ia cukup cerdas, berkepribadian dan peka, tapi kau harus menyadari bahwa seseorang takkan bisa memiliki segala-galanya, karena itu bersiap jugalah untuk menerima beberapa kekurangan kecil.

Pikirkanlah baik-baik apa yang kau inginkan, yang kau kagumi dan yang kau hargai dengan calon pasangan hidupmu ini. Kemudian carilah dia. Ada peribahasa mengatakan,” Bukalah matamu lebar-lebar sebelum kawin dan tutuplah rapat-rapat setelah kawin.”
Kadang-kadang dalam pencarianmu itu kau berjumpa dengan permata yang langka, maka camkanlah,” Wanita yang baik tidak akan pernah kita dapatkan dalam keadaan mabuk kepayang.”

Maka carilah wanita dengan menggunakan kepala dan hati. Adalah pertanda yang tidak baik apabila kau hanya memakai salah satunya, yang terakhir jika kau pakai secara berlebihan, maka kau akan bisa terperdaya. Tanda-tandanya adalah, bila kau tak mampu berkata-kata, menumpahkan minuman, menabrak sesuatu, lidahmu terasa kelu saat berjumpa dengannya dan dengan konyol kau kehilangan selera makan. Karena itu kendalikanlah hati dan perasaanmu, paling tidak sampai kau mengetahui bagaimana penerimaannya terhadapmu.

Anakku, Wanita menyenangi pria yang penuh pengertian. Camkanlah itu. Terutama apabila kau telah menemukan pasangan hidupmu. Begitu kau telah membuat simpul, ayah sarankan agar kau membagi waktu antara keluarga dan kerja. Terlalu banyak memberikan waktu kepada salah satu aspek tidaklah sehat. Karena semua amal yang kau kerjakan apabila ikhlas karena Allah adalah ibadah, maka luruskan pula niatmu. (digubah dari buku …surat seorang pengusaha kepada anaknya)

Dari tulisan "SURAT UNTUK ANAKKU; SEBUAH RENUNGAN TENTANG HIDUP" Oleh Abu Umar Abdul Aziz
Selengkapnya...