Tampilkan postingan dengan label fokus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fokus. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Oktober 2010

KARAKTERISTIK MENJADI PENGUSAHA YANG SUKSES

1. Kemampuan untuk mengembangkan fokus yang jelas.
Anda harus tahu betul apa yang membuat usaha Anda berbeda dari para pesaing. Kembangkan sebuah visi dan laksanakan, jangan beralih dari satu ide ke ide yang lain. Banyak pengusaha gagal karena mereka merasa bahwa ide baru yang mereka temukan lebih menarik daripada yang mereka jalankan sekarang.

2. Harapan yang realistis.
Jika Anda melakukan diet dan berharap bisa menurunkan berat badan lima kilo pe rminggu, Anda pasti akan kecewa dan menyerah. Jika tujuan Anda lebih realistis, kemungkinan besar Anda akan tetap berpegang padanya dan berhasil. Sangat jarang ada orang yang “kaya mendadak”.

3. Kemauan untuk membuat rencana.
Para pengusaha paling sukses adalah orang-orang yang memiliki tujuan dan rencana yang jelas untuk meraihnya. Mereka mempelajari pasar, persaingan, dan mekanismenya, serta bersedia mempelajari sungguh-sungguh semua kendala yang mungkin akan dihadapi.

4. Fleksibilitas dan adaptabilitas.
Selain membutuhkan rencana dan fokus yang jelas, Anda juga perlu memiliki fleksibilitas dalam menanggapi perubahan situasi. Dalam bisnis, dan juga hidup, segalanya berubah, dan masalah pasti ada.

5. Kemampuan untuk mengatasi kekhawatiran karena harus menjual.
Dalam artian tertentu, semua pengusaha adalah penjual. Anda tidak boleh takut berhadapan dengan konsumen, memotivasi pegawai, dan menjalin hubungan baik dengan pemasok. Anda tidak harus punya keahlian tersebut saat memulai usaha, tetapi Anda harus mempelajarinya agar usaha Anda tetap berjalan.

6. Bersedia bekerja keras.
Tidak ada jalan pintas disini; menjalankan usaha berarti bekerja keras sepanjang waktu.

7. Tujuan pribadi yang jelas.
Kita semua punya keinginan yang berbeda-beda. Kita ingin punya banyak uang dan sekaligus sudah berada di rumah saat anak-anak pulang sekolah. Kita ingin mengontrol semua kegiatan tetapi produk dan jasa yang kita hasilkan sangat beragam. Tujuan-tujuan tersebut jelas saling bertentangan satu sama lain. Untuk mencapai keberhasilan, Anda harus fokus pada apa yang benar-benar penting bagi Anda dan apa yang dapat Anda capai.

8. Pengalaman.
Anda tidak perlu berpengalaman sebagai manajer sebuah perusahaan mobil untuk memulai bisnis mobil bekas, tetapi Anda harus punya pengalaman dalam bidang terkait atau pengalaman dalam menerapkan kemampuan yang Anda miliki sebagai manajer, sebelum mengawali suatu usaha.

(sumber : THE OWNER’S MANUAL for small business , Rhonda Abrams)

sumber: bisnisukm.com
Selengkapnya...

TIPS UNTUK TETAP FOKUS PADA PEKERJAAN

Fokus menjadi salah satu bagian penting bagi freelancer, jumlah pekerjaan yang, biasanya lebih dari satu, serta kendala yang ada di lingkungan kerja sebagai freelancer bisa membuat para freelance kehilangan fokus pekerjaan.

Padahal fokus adalah semacam kendaraan utama dalam usaha untuk menyelesaikan perkerjaan bagi para freelancer.

Berikut beberapa ide tentang fokus pada pekerjaan bagi anda para pembaca RuangFreelance, yang bisa dicoba untuk dijalankan, siapa tau bisa membantu teman-teman freelancer untuk menemukan tipe/sistem fokus masing-masing.
Tentang Rumus Fokus pada Tiga Hal

Salah satu artikel di Work Awesome ini, sangat menginspirasi saya dalam menentukan fokus dalam menyelesaikan pekerjaan yang saya lakukan. Di artikel itu disebutkan bahwa kalau anda bisa menyelesaikan hanya 3 pekerjaan dalam satu hari maka, ’sekecil’ apapun pekerjaan itu, anda telah menjadi seorang freelancer yang produktif, jika ini dilakukan rutin maka pekerjaan yang banyak akan terselesaikan dengan sendirinya.

Yang terpenting tentang fokus pada 3 hal saja adalah, lakukan pekerjaan dan selesaikan pekerjaan secara bertahap, artinya satu pekerjaan mengarahkan pada pekerjaan lainnya. Jadi kalau anda menyelesaikan sebuah pekerjaan maka itu akan membantu anda untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya.
Pecahkan Pekerjaan Jadi lingkup yang Lebih Kecil

Ketika besar menjadi terlalu berat, pecahkan menjadi bagian terkecil dan selesaikan secara bertahap. Menghadapi perkerjaan besar atau banyak, sering kali juga membutuhkan fokus serta usaha yang besar.

Pekerjaan yang dipecah menjadi beberapa bagian kecil bisa membuat fokus lebih terarah, dan konsentrasi akan penyelesaian bagian demi bagian pekerjaan bisa maksimal.
Istirahat

Well, gak ada cara yang lebih baik untuk mengembalikan fokus selain istirahat. Istirahat bisa lama atau bisa pula sebentar. Bagi sebagian orang, istirahat sebentar namun sering akan lebih baik dari pada istirahat lama.

Bagi freelancer seperti ini, fokus bisa balik dengan cepat, namun bisa juga pergi dengan cepat. Yang terpenting adalah tetap pada jalur pekerjaan, dan tidak keluar dari rencana awal dalam menyelesaikan pekerjaan.
Rencanakan Semuanya

Bersambung dari poin di atas, untuk menjaga fokus dalam bekerja, rencanakan semua pekerjaan yang akan dihadapi hari itu, minggu itu atau bulan itu. Ada juga freelancer yang menyusun jadwal sampai per jam, atau per tiga jam.

Pengaturan berfungsi untuk membuat semacam jalur khusus agar fokus dapat tetap terpelihara dan perkerjaan dilakukan dengan sistem ‘maju bertahap’.

Menemukan sistem fokus dan bagaimana cara untuk melakukan pekerjaan akan selalu berbeda bagi setiap freelancer, namun yang sama adalah bagaimana membuat kerja yang terarah, fokus yang konsisten serta pengaturan yang sesuai dengan karakter kerja freelancer itu sendiri.

Selamat mencoba dan selamat menemukan cara untuk fokus pada pekerjaan anda.

sumber: ruangfreelance.com
Selengkapnya...

FOKUSLAH PADA USAHA ANDA

Orang yang sukses pada tujuan hidup mereka melalui perjuangan dengan cara mengatasi kendala sehingga mereka termotivasi.

Biasakan Diri Tetap Fokus

Fokus merupakan bagian terpenting untuk membantu Anda mengelola usaha dengan tepat. Fokus juga merupakan hal terpenting bagi seorang entrepreneur, pemimpin, karyawan, atau siapa saja yang menginginkan meraih sukses dalam mencapai tujuan hidup. Oleh sebab itu penting bagi Anda untuk membiasakan diri terfokus pada satu bidang saja sehingga pikiran Anda terpusat atau terkonsentrasi pada satu hal dan tidak terpecah-pecah.

Lain halnya jika Anda tidak terfokus—pada kondisi ini pikiran Anda bercampur baur pada beberapa bidang—yang mengakibatkan konsentrasi Anda terpecah-pecah dan apa yang sedang Anda kerjakan itu sifatnya setengah-setengah, atau hanya mengikuti kulit luarnya saja—tidak mengetahui secara detail dan keseluruhan. Berbeda jika pikiran Anda terfokus pada satu bidang saja, pikiran Anda akan terpusat secara utuh pada keseluruhan satu bidang yang sedang Anda kerjakan—pada kondisi ini tenaga dan pikiran Anda benar-benar terkuras/terpusat pada satu hal saja.

Berkaitan dengan dunia bisnis, seorang pengusaha atau pemimpin yang memusatkan tenaga, pikiran dan perhatiannya sepenuhnya pada “bidang usaha” yang tengah digarapnya tentu akan mudah mencapai sukses. Sering kali kita mendengar keluhan klise dari mulut seorang pengusaha suatu ketika ia mengeluh bisnisnya mengalami masalah. Maka dengan cepat mereka langsung mengomentari bahwa core businessnya tidak terfokus.

Boleh saja Anda menangani berbagai bisnis, misalnya mengelola salon, elektronik dan ritail sekaligus. Tetapi pikirkanlah akibatnya, karena sifat manusia tidak pernah lepas dari keserakahan, selalu saja merasa “ingin lebih”. Coba renungkan dan pikirkan, dalam bisnis sikap semacam ini tidak bisa Anda terapkan. Sebab dengan bertambahnya banyaknya bidang bisnis yang Anda masuki akan membuat waktu dan pikiran Anda tersita dan super sibuk.

Akibatnya?Waktu dan tenaga Anda akan terasa kurang. Kecuali Anda mampu mendelegasikan pucuk pimpinan dari bidang usaha yang berbeda bidang itu kepada orang kepercayaan Anda. Tapi kalau tidak bisa, sadarilah secepatnya, agar Anda untuk kembali pada core business saja.

Andaipun Anda ingin melakukan ekspansi atau diversifikasi usaha, sebaiknya Anda masuk pada bidang usaha yang masih berhubungan dengan bisnis inti Anda sehingga memudahkan Anda untuk melakukan sinergi bisnis secara bersamaan. Contohnya, jika Anda seorang pengusaha rumah makan jika ingin melakukan peluasan usaha pilihan lahan yang masih ada hubungannya dengan bisnis rumah makan_misal Anda menambahkan divisi catering atau mendirikan café atau restoran bertaraf internasional. Hal ini akan mudah Anda lakukan secara bersamaan dan efisien waktu dan tenaga Anda.

Banyak pengalaman dari beberapa pengusaha yang mengerjakan berbagai kegiatan usaha, bukannya untung tapi malah buntung. Niatnya mungkin ingin menguasai semua sector bisnis. Buanglah anggapan keliru semacam itu. Yang benar adalah apabila bisnis Anda pada satu bidang saja akan membuat seseorang semakin kuat (menghadapi pelanggan, rintangan,dan segala permasalahannya).

Akan lebih baik lagi jika Anda membuka usaha sesuai dengan keinginan, minat, pendidikan yang Anda kuasai. Atau menggali keunikan yang ada pada diri Anda untuk kemudian Anda kembangkan sebagai usaha, jika Anda serius melakukannya jalan menuju sukses tentu akan mudah Anda lalui.

Perusahaan yang bijaksana adalah perusahaan yang terfokus. Ingat pepatah kuno: Jika Anda mengejar dua ekor kambing sekaligus, maka kedua-duanya akan kabur. Begitu juga dalam bisnis,pilihlah celah bisnis yang dapat memenuhi kebutuhan mereka karena jika Anda bisa memilih sasaran bisnis yang lebih baik dari pesaing-pesaing maka Anda akan menjadi pemenang atau Anda akan “tersisih”?

Penting buat Anda yang sedang melakukan usaha baru, pikirkanlah beberapa saat kemudian putuskanlah “satu” bidang usaha yang ingin Anda masuki, dari sepuluh “angan-angan” Anda tentu tidak bisa semua bidang ingin Anda masuki, jadi pilihlah satu bidang saja—carilah satu bidang usaha yang Anda rasa dan Anda pikirkan “tepat” bagi diri dan potensial Anda.

Tapi jangan sekali-kali Anda memfokuskan pilihan Anda pada kelemahan-kelemahan Anda, karena itu jangan pernah membanding-bandingkan kelemahan-kelemahan diri Anda dengan orang lain—Maksudnya disini : Anda jangan latah meniru bisnis orang lain yang sukses disatu bidang karena belum tentu bidang yang sukses dilakukan orang tersebut Anda mengerti.

sumber: connecti.biz
Selengkapnya...

4 FOKUS DALAM MENGEMBANGKAN USAHA

.Penjualan harus lebih besar dari biaya :

Dengan tingkat persaingan bisnis yang ketat dewasa ini, maka owner dituntut untuk menciptakan strategi penjualan yang tepat. Pemilik harus aktif membuat program program campaign, atau ”mengemas” produknya untuk mendongkrak omset. Namun, agar efektif ( program tepat sasaran ) & efisien ( program dilaksanakan dengan benar), sebaiknya owner sesekali perlu mengawasi secara langsung eksekusi program oleh karyawan dilapangan , dan mengevaluasi / mengukur hasil program dalam rentang waktu tertentu. Bila program promosi tidak efektif, segera ganti dengan program lain yang lebih mengena. Point utama disini adalah bahwa produk atau layanan sebagus apapun, kalau tidak dibarengi dengan penawaran yang kreatif dan komunikasi yang tepat, pasti akan terseok-seok di pasar.

Namun pemilik jangan hanya fokus pada penjualan ( omset ) saja, tapi perhatikan juga biaya / pengeluaran usaha :
• Pastikan keuangan usaha Anda dipisah dengan keuangan pribadi Anda Sebaiknya bisnis Anda menerapkan sistem gaji untuk Anda, sehingga tampak jelas mana kekayaan usaha, dan mana kekayaan pemilik. Banyak terjadi, pemilik ”mengkorupsi” keuangan usahanya sendiri tanpa disadarinya.
Sedangkan untuk penyusutan aset usaha yang meliputi : mobil, komputer, gedung, dll, sebaiknya dibuatkan rekening khusus yang terpisah dengan rekening operasional usaha.
• Sisihkan waktu tiap bulan untuk mengevaluasi laporan laba rugi bisnis Anda. Cermati kemungkinan kemungkinan untuk menaikkan pendapatan dan menekan biaya. Bila perlu, mintalah masukan dari karyawan yang notabene lebih mengenal kondisi lapangan dan pelanggan.

2. Perhatikan Piutang :
Hanya ada 3 kunci sukses dalam berbisnis, yaitu cash, cash, dan cash !!
Meskipun meningkatkan pendapatan penting, namun setiap pengusaha harus selalu menjaga keuntungan dengan mengelola biaya dan menagih piutang. Pastikan piutang tidak lebih dari 30 hari. Jangan sampai usaha Anda, kesulitan keuangan untuk menggaji karyawan diakhir bulan, membayar tagihan yang jatuh tempo, atau operasional bulanan lainnya, karena piutang yang tidak tertagih. Ingat, usaha Anda bukan bank buat pelanggan.

3. Perhatikan Pelanggan :
Pelanggan adalah sumber kelangsungan hidup bisnis Anda. Sebenarnya merekalah yang memberikan pendapatan ke usaha Anda, membayar pengeluaran, tagihan, dan gaji karyawan tiap bulannya. Ingatlah selalu bahwa kita bekerja untuk pelanggan, dan dengan keberadaan kompetitor yang semakin banyak, pelanggan memiliki semakin banyak pilihan. Maka perlu ditumbuhkan kesadaran pada seluruh karyawan, bahwa kitalah yang membutuhkan mereka, dan pentingnya menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

4. Perhatikan Karyawan :
Banyak pemilik bisnis yang menyia-nyiakan karyawannya, namun berharap mereka tetap dapat melayani dan tersenyum ramah kepada pelanggan.
Ken Blanchard dalam salah satu bukunya ”One minute Entrepreneur” memberikan nasehat : ” Karyawan bukanlah aset terpenting dalam perusahaan. Mereka adalah perusahaan. Ketika kamu menutup pintu di sore hari, dan para karyawan pulang ke rumah, bisnismu ikut pergi bersama mereka. ”
Jadi sangat penting untuk memastikan bahwa karyawan telah terpenuhi kesejahteraannya dengan layak, karena merekalah yang menjalankan bisnis kita.

Berikut hal hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola karyawan :
a. Pastikan sistem pengupahan telah memenuhi asas keadilan untuk kedua belah pihak baik karyawan maupun owner. Sebaiknya jangan menggunakan sistem bagi hasil, karena sistem ini hanya cocok untuk skala bisnis yang kecil . Daripada menggunakan sistem bagi hasil, lebih baik gunakan sistem gaji pokok yang rendah dengan insentif atau tunjangan yang besar.
b. Berikan rasa aman karyawan dalam bekerja, dengan memberikan asuransi kesehatan atau kecelakaan kerja.
c. Perhatikan suasana lingkungan kerja, pastikan tiap karyawan memiliki motivasi kerja, dan media untuk berkomunikasi dengan atasannya atau ownernya. Lakukan pertemuan harian, mingguan dan bulanan. Sekali waktu, ajaklah karyawan untuk refreshing bersama, disesuaikan dengan kemampuan bisnis Anda..

Lakukan evaluasi atas 4 komponen diatas secara berkala tiap bulan. Inventarisasi dan susun pareto atas kendala kendala yang ditemui dari masing masing komponen. Segera selesaikan sesuai dengan pareto dan sumber daya yang dimiliki.

Dengan fokus pada 4 komponen diatas, diharapkan bisnis Anda dapat berkembang, dan Anda dapat menikmati profit yang baik tiap bulannya...

Salam sukses ! ( Mbah Darmo )

Referensi : "One Minute Entrepreneur" ( Ken Blanchard )
Selengkapnya...

FOKUS, FOKUS DAN FOKUS

“ JIka kamu menginginkan semuanya, akhirnya kamu tidak akan mendapatkan apa-apa”

Sering kali saya mengamati teman-teman yang baru memulai usaha mempunyai semangat yang tinggi. Itu baik dan seharusnya begitu. Pemula bisnis harus mempunyai semangat yang menyala-nyala. Karena jika awalnya saja tidak bergaerah, takutnya baru kesandung masalah kecil saja sudah jatuh dan tidak mau bangun lagi.

Namun sayangnya, menurut hemat saya, ada yang salah dengan apa yang mereka lakukan. Semangat yang menyala-nyala tersebut mereka pakai untuk terus menggali peluang-peluang baru. Jika mereka belum mempunyai usaha dan masih bingun usaha apa yang akan digeluti, ini tidak menjadi masalah. Tetapi jika sudah mempunyai usaha, kemudian masih mencari-cari usaha lain, saya kawatir usahanya malah menjadi berantakan semua.

Jika anda sudah memutuskan menggeluti suatu jenis usaha, kenapa tidak usaha itu saja yang dipikirkan bagaimana caranya agar bisa berkembang dan maju. Apalagi jika anda masih nyambi sambil bekerja. Tentunya waktu dan tenaga yang anda pakai untuk mengelola bisnis anda adalah waktu dan tenaga sisa. Jika bisnis anda segera menghasilkan mungkin tidak menjadi masalah, anda dan istri anda akan sedikit terhibur dengan benghasilan yang didapat. Namun jika usaha tidak berkembang, maka tinggal menunggu bubarnya saja. Apalagi jika anda mengelola bisnis yang lain.

“Kan bisa cari orang untuk menjalankannya pak” ya memang benar. Tetapi semangat orang bekerja berbeda dengan semangat pemiliknya. Selain itu kecakapan mereka untuk menjalankan bisnis tidak mereka miliki. Pekerja tidak risau dan merasa rugi jika usaha tempat dia bekerja rugi atau bubar. Apalagi jika usaha anda hanya bermodal kecil. Seandainya berhasil bisa berjalanpun anda akan mendapatakan tantangan “Enak ya si Bos. Enak-enak di rumah atau jalan-jalan tigal memetik hasilnya. Sementara aku banting tulang kerja disini. Kenapa saya tidak buka usaha sendiri saja. Kan modalnya kecil?”

Karena itulah saya merasa focus dalam satu bidang itu sangat penting. Jika usaha anda ingin berkembang, ya besarkan saja. Tambah omzet penjualannya. Namun dalam tahap awal jangan anda berpikir ingin menggandakan usaha anda menjadi 2, 3 dan seterusnya. Tetapi besarkan dan buatlah sistemnya terlebih dahulu. Jika usaha anda sudah bisa berjalan sendiri beberapa bulan tanpa kedatangan anda. Anda boleh memulai berpikir untuk menggandakannya.

Saya mempunyai beberapa teman yang berusaha dibidang kuliner. Mereka kebanyakan berpikir untuk mengembangkan usahanya, satu-satunya jalan adalah membuka cabang. Berbagai macam alasan dipakai untuk membenarkan pendapatnya. Padahal usaha yang sekarang ada saja profitnya belum maksimal. Bahkan ada yang masih merugi.

Saya sudah sering menasehati mereka, namun rupanya mereka masih kekeh pada pendiriannya. Satu-satunya cara untuk berkembang adalah pindah tempat atau membuka yang baru lagi.

Padahal sudah sering saya katakan” carilah dulu solusinya bagaimana anda dapat meningkatkan omzet ditempat yang sekarang. Seandainya tempat sekarang ini tidak cocok, tidak strategis. Alihkan strategi anda dari menunggu bola menjadi menjemput bola. Pasarkan dan jajakan produk anda keluar. Bukalah hotline pesan antar. Carilah mitra yang mau menjual produk anda. Jadikan pesaing sebagai mitra. Saya yakin cara ini akan lebih efektip dan efisien. Bahkan anda tidak perlu mengeluarkan biaya lagi”

Jadi fokuslah pada satu usaha terlebih dahulu. Besarkan dan kembangkan usaha anda, sampai anda merasa tidak ada cara lain untuk mengembangkan usaha anda. Galilah dan tanyakan kepada orang yang lebih sukses dari anda masih adakah cara lain untuk mengembangkan usaha anda? Jika memang sudah tidak ada, baru anda berpikir menggandakan usaha anda.

sumber: forumwirausaha.blogspot.com
Selengkapnya...

KUNCI SUKSES SAYA CUMA FOKUS PADA SATU BIDANG

Siapa yang tak kenal Edam Burger? Bila Anda kebetulan berbelanja di Alfamart atau Indomart, kemungkinan besar akan menemui gerai burger ini. Di sebagian besar Alfamart dan Indomart, memang selalu ada Edam Burger, khususnya di Jabotadebek. Edam ada di mana-mana dan menjelma menjadi jaringan burger paling luas di Indonesia. Edam bahkan bisa disebut sebagai ikon burger kelas menengah bawah di Indonesia. Bayangkan, outlet-nya kini sudah menyentuh angka 3.000. Wirausahawan sukses yang melahirkan Edam Burger itu tak lain adalah Made Ngurah Bagiana, pria kelahiran Bali, 1956, yang memulai bisnis burger secara tidak sengaja pada 1990.

Ada sejumlah pikiran dan penggalan pengalaman Made Ngurah Bagiana yang layak dijadikan sebagai inspirasi sukses. Di antaranya adalah kemauannya untuk selalu berinovasi dan berani fokus pada satu bidang. Rupanya, itulah kunci sukses Made bersama Edam Burger. Berikut petikan hasil wawancara reporter Pembelajar.com, Dodi Mawardi, yang versi pendeknya khusus dimuat untuk INFO APLI.

Bagaimana ceritanya bisa berbisnis burger?
Sepertinya tak ada usaha yang mudah saat itu. Semuanya dimulai dengan modal apa adanya. Saya teringat, waktu itu keluarga saya kesulitan ekonomi. Untuk makan saja sepertinya sudah pas-pasan. Tanpa sengaja, saya melihat orang berjualan burger di depan rumah saya di sekitar Perumnas Klender. Saya pikir, tak ada salahnya mencoba. Saya nekad meminjam uang ke bank, tapi tak juga diluluskan. Akhirnya, saya kesal dan malah meminjam Rp 1,5 juta ke teman untuk membeli dua buah gerobak dan kompor. Belakangan, giliran bankbank itu yang mengejar saya ha ha ha.

Lalu kenapa namanya Edam?
Awalnya bukan Edam. Dulu saya labeli Lovina, sesuai nama pantai di Bali yang sangat indah. Tapi, kemudian berubah jadi Edam. Itu nama pemberian dari Bob Sadino. Saya bernama Made, istri saya pun bernama Made. Oleh Pak Bob, diberi nama “Edam” yang artinya, ya, Made kalau dibaca dari kanan ha ha ha.

Bagaimana Edam bisa tersebar di mana-mana?
Wah ceritanya panjang. Banyak suka dan duka yang saya alami. Di awal-awal saya jualan, tak jarang tak ada satu pun pembeli yang menghampiri. Padahal seharian saya mengayuh gerobak. Mereka mungkin berpikir, burger itu pasti mahal. Padahal, sebenarnya tidak. Saya hanya mematok harga Rp 1.700 per buah. Baru setelah tahu murah, pembeli mulai ketagihan. Dalam sehari bisa laku lebih dari 20 buah. Tahun 2000-an lah yang menjadi titik awal perubahan Edam. Ya sejak kenal dengan Bob Sadino lalu bekerja sama dengan Bogasari, Edam makin cepat berkembang. Saya pun mengajak banyak orang untuk bergabung sebagai mitra.

Kok bisa harga Edam lebih murah dibanding burger yang lain?
Burger ini kan makanan dari barat dan diposisikan di kelas atas. Dia tidak memosisikan di menengah dan ke bawah. Setelah saya coba ternyata cost-nya ini murah. Ini strategi pemasaran yang dianggap salah, tapi dibenarkan masyarakat. Bahkan di perkampungan di gang-gang itu Edam bisa hidup. Saya bikin roti Cuma 500 perak, daging 700 perak. Beserta bumbu dan sayurnya cuma 2.000 perak. Kita mau cari untung 1.000 perak saja cuma 3.000. Jadi, mengapa dijual 10.000 perak? Jadi, saya memosisikan ini buat masyarakat di bawah.

Anda menggunakan konsep yang mirip waralaba, sebelum konsep ini marak di Indonesia. Belajar dari mana? Wah awalnya saya ndak tahu istilah itu. Saya hanya jalan saja, lakukan saja. Ndak pakai mikir-mikir yang panjang. Waktu itu untuk mengembangkan usaha, saya mengajak ibu-ibu rumah tangga berjualan burger di depan rumah atau sekolah.

Anda sering menyebut waralaba ini sebagai franchise Pancasila. Apa maksudnya?
Saya hanya berikan keadilan bagi yang punya modal besar, modal kecil, bahkan tidak punya modal. Jadi, saya sudah menjalankan sila kelima. Franchise Pancasila ini tidak ada di mana pun di dunia ini. Kalau yang namanya franchise itu kan aturannya baku. Misalnya Rp10 juta dan ada orang tidak punya uang segitu, ya tidak bisa. Kalau di sini ada yang mulai dari paket seharga Rp15 ribu. Kalau tidak punya yang dua juta, maka bisa ambil counternya saja. Kompor gas pakai punya sendiri. Nah, di sinilah kekuatan Edam, hingga tiap kabupaten minta.

Anda menyebut Edam Burger sebagai burger dengan cita rasa Indonesia. Seperti apa sih kongkritnya? Ya, sulit menjelaskannya, harus mencoba. Tapi, sebagai contoh saya punya rasa burger di tiap wilayah berbeda. Saya bikin burger di Yogya agak manis. Kalau di Padang agak pedas. Jadi, ikuti selera penduduk setempat. Itu inovasi saya.

Jadi sekarang berapa jumlah gerai Edam?
Wah saya sendiri ndak tahu persis. Nggak sempat ngitung. Tapi hampir di semua kabupaten ada Edam. Setiap hari selalu ada permintaan. Saya juga ke sana ke mari berkeliling.

Berkali-kali Edam mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak. Apa maknanya buat Anda?
Jujur saja, saya tak pernah memimpikan bakal punya usaha sebesar ini. Dulu, ketika memulai, saya hanya memodalkan dua gerobak roti burger dengan modal apa adanya. Karena saya ulet, akhirnya usaha saya selama 17 tahun ini membuahkan hasil. Saya merasa ini sebagaikarunia Tuhan yang patut saya syukuri.

Apa kunci sukses Anda?
Kuncinya tak banyak. Cukup fokus pada satu bidang, yaitu menjual roti burger berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, ulet meluaskan pangsa pasar, dan menjaga hubungan dengan para pelanggan. Saya yakin dengan filosofi menabur dan menuai. Siapa yang menabur kebaikan, pasti berbuah kebaikan juga. Saya juga tidak pernah malu dan gengsi mengerjakan apa pun asal halal dan terhormat. Bagi saya, kesuksesan itu seperti pintu yang bisa dilewati siapa saja, asal orang itu punya komitmen terhadap usahanya.

Edam sudah besar dan berbiak kemana-mana. Anda masih punya impian apalagi?
Saya ndak tahu mau apa nanti. Yang saya dapat ini juga tidak saya rencanakan. Edam ini kan bergerak di bidang makanan. Dan, makanan itu kan tidak pernahberhenti. Di situ kan banyak potensi. Potensinya itu orang. Kalau saya punya usaha roti, maka potensinya adalah orang yang memakannya. Ke depannya saya akan mengurusi orang makan. Entah apa atau apa itu akan mengalir dan nanti seleksi alam. Harapan saya, di sini kan saya usaha burger. Dan ada roti, sayuran, dan daging. Di sini ada komposisi mineral karbohidrat dan protein. Ini agar orang-orang itu mengonsumsi makanan yang berprotein, mineral, dan karbohidrat. Jangan sampai kayak di Bogor banyak sayur, tapi orang Bogor kurang makan sayur. Ke depan saya ingin paling tidak orang Indonesia makan burger sebulan sekali lah. Tidak usah seminggu sekali.[dw]

info: apli XXXVII juli-september 2007

sumber: apli.or.id
Selengkapnya...