Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Juli 2010

BELAJAR BUAT CARI KERJA = GOBLOK

tolong agan jawab sejauh yang agan ketahui,,
1. berapa banyak anak sma/smk yang melanjutkan ke perguruan tinggi? banyak.
2. berapa banyak lulusan perguruan tinggi yang sampai sekarang masih menganggur? banyak.
3. berapa banyak yang mengeluhkan lulusan perguruan tinggi
tidak siap turun di dunia kerja? banyak juga.

Ya iyalah!!
jelas lulusan perguruan tinggi itu ga siap turun di dunia kerja
karena memnang ga dididik untuk jadi babu di dunia kerja.
mereka ga di didik untuk pegang komputer ngurus surat-menyurat.
mereka juga ga diajarin untuk berangkat pagi pulang petang tertib absen tiap hari.

mahasiswa di perguruan tinggi itu, diajarin tentang ilmu-ilmu yang tinggi.
abstrak ga bisa dibayangin di dunia nyata.
sebenernya bukan ga bisa di bayangin, tapi ga butuh dibayangin, karena mereka
ga punya pengalaman dan juga ga butuh bagi implementasi di dunia nyata mereka
untuk menganalogikan dan mengaplikasikan ilmu-ilmu yang diterima di kampus.

mahasiswa itu dididik untuk selalu kritis atas pernyataan dosen,
sebaliknya dunia kerja butuh bawahan yang "sendiko dawuh", siap laksanakan, atas perintah atasan.

mahasiswa itu dididik untuk siap sedia klo mau ujian aja,
sedangkan dunia kerja menuntut setiap yang kita kerjakan adalah ujian
yang menentukan nasib pekerjaan kita selanjutnya.

jadi kalau mau cari kerja, bukan di perguruan tinggi tempatnya,,,

di tempat kursus komputer,
kursus njait,
kursus bahasa,
dan kursus-kursus lainnya
yang mengasah kemampuan praktek, keterampilan,
bukan kemampuan otak.

bukan maksud ane orang kerja cuma butuh keterampilan n ga butuh otak,
orang kerja juga butuh otak,
tapi bukan otak yang isinya logaritma,
aljabar, statistika, manajemen keuangan, ekonomi makro, mikro, dsb dll....

tapi otak yang penuh akal, inspirasi, inovasi...
latihannya bukan dengan buku,
tapi dengan praktek dalam kehidupan sehari-hari.

bagaimana menyiasati uang bulanan yang tiap tanggal 15 dah tinggal 5rb perak.
bagaimana langganan internetan bukan cuma buat browsing BB+17, tapi bisa buat beli BB buat gaya-gaya gitu,,,
itu yang dibutuhkan buat dunia kerja.

udah banyak orang bilang,
kalo ilmu yang kita terima di sekolah/kampus
hanya terpakai 10% saja di dunia kerja.

tapi kenapa kita masih bela-belain
mati-matian mpe setengah mati
berusaha dapet yang cuma 10% itu
dengan beratus-ratus ribu hanya untuk beli formulirnya
berjuta-juta untuk dapet topi yang ada gantungannya.
padahal itu cuman 10%!!!!

kenapa kita ga mati-matian nyari yang 90%?
katanya 90% itu EQ dan SQ,
so,,,,
apa iya berteman itu mbayar?
sejak kapan solat harus mbayar?
kenapa kita ga mati-matian nglatih
inovasi, kreatifitas, kejujuran,
apa orang jujur harus mbayar juga?
apa belajar inovasi dan kreatifitas juga harus mbayar?
bukannya inovasi dan kreatifitas yang membuat kita
berusaha untuk memperoleh segala sesuatu dengan gratis?

kenapa coba bisa gitu? konyol kan...
mencari burung gereja yang terbang tinggi,
padahal di depan mata ada merpati dalam sangkar.

perguruan tinggi itu, tempatnya orang jadi ilmuan.
dari namanya aja dah jelas.

PERGURUAN TINGGI.
PERGURUAN= tempat PERkumpulan calon-calon GURU dAN dosen.
TINGGI= ilmunya TINGGI-tinggi, jadi ga cocok buat otak ane yang ga kuat buat ilmu yang ketinggian.

so, kenapa harus ke perguruan tinggi klo tujuannya cari kerja?
jadi babu perusahaan besar dan ternama.
melatih otak setinggi-tingginya,
padahal jelas-jelas nanti yang dipakai adalah keterampilan.

mati-matian melatih anjing bersiul,
padahal yang ditakuti dari anjing adalah gonggongannya.

sumber: kaskus.us
Selengkapnya...

Kamis, 24 Juni 2010

BELAJARLAH DARI HIDUP ORANG LAIN

Anak, Napoleon Bonarparte pernah berkata,” banyak orang belajar sejarah, tapi sangat sedikit yang belajar dari sejarah.” Benar nak, amat sedikit orang yang belajar dari sejarah. Kau bisa lihat pada lingkunganmu, banyak orang yang pintar dalam bidang pendidikan dan pekerjaannya, tapi mereka gagal dalam membina hubungan dengan Allah dan juga dengan manusia. Mereka gagal mendidik anak-anaknya, mereka gagal mempertahankan rumah tangganya, mereka gagal dan selalu gagal… mengapa? Karena mereka tidak mau belajar dari sejarah.

Dan kalau kau membuka kitab suci Al-Qur’an kau akan banyak menemukan didalamnya Allah menceritakan tentang kisah-kisah orang-orang yang baik dan orang-orang yang durhaka. Allah didalamnya ada menceritakan tentang orang yang tamak, orang yang durhaka, orang yang sombong, orang yang putus asa, dan banyak lagi kisah yang Allah ceritakan dalam Al-Qur’an. Mengapa perlunya Allah menceritakan kisah orang-orang yang telah mati tersebut? Ini tak lain adalah agar kau bisa belajar dari kehidupan mereka nak, agar kau tak lagi mengulangi kesalahan yang sama, dan agar kau tak lagi mengulangi azab yang sama.

Anak, belajar dari hidup orang lain bukan berarti kita membicarakan aib orang lain dan memaparkan semua kejelekan-kejelekannya serta carut marut kehidupan mereka dan lalu kita umumkan di khalayak ramai. Tidak nak, sekali-kali tidak.
Ayah hanya ingin mengajak kau untuk menganalisa mengapa sesuatu bisa terjadi, ayah hanya ingin melihat sesuatu yang melatar belakangi sikap atau tindakan seseorang dalam melakukan suatu perbuatan, berhasil dengan baikkah? Atau jelek. Sekarang marilah belajar dari sejarah.

Dari tulisan "SURAT UNTUK ANAKKU; SEBUAH RENUNGAN TENTANG HIDUP" Oleh Abu Umar Abdul Aziz)
Selengkapnya...